{"id":1535,"date":"2022-07-05T10:51:25","date_gmt":"2022-07-05T02:51:25","guid":{"rendered":"https:\/\/kantorbahasakaltim.kemdikbud.go.id\/?p=1535"},"modified":"2022-07-05T11:36:46","modified_gmt":"2022-07-05T03:36:46","slug":"rapat-koordinasi-revitalisasi-bahasa-daerah-rbd-bersama-pemerintah-daerah-dan-komisi-x-dpr-ri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/?p=1535","title":{"rendered":"Rapat Koordinasi Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) bersama Pemerintah Daerah dan Komisi X DPR RI"},"content":{"rendered":"\n<p>Samarinda, 5 Juli 2022 \u2014 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) mencanangkan Merdeka Belajar episode ke-17: Revitalisasi Bahasa Daerah. Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) merupakan upaya untuk melindungi dan melestarikan bahasa daerah. Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) di Provinsi Kalimantan Timur bertujuan agar generasi muda tidak tercabut dari akar budayanya karena kepunahan bahasa merupakan kehilangan batin para penuturnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Provinsi Kalimantan Timur terpilih sebagai salah satu dari 12 Provinsi di Indonesia yang ditunjuk untuk melaksanakan kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD). Kegiatan akan dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu koordinasi Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) di tiap kabupaten\/kota serta provinsi pada bulan Juni, pendampingan dari Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur pada awal bulan Juli dan Agustus, pelatihan siswa SD dan SMP bulan September dan Oktober, serta Festival Tunas Bahasa Ibu pada awal bulan November.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan Rapat Koordinasi Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) bersama Pemerintah Daerah dan Komisi X DPR RI Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis, 30 Juni 2022 di Hotel Mercure, Samarinda dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur, Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Kabupaten Paser, Kabupaten PPU, dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Kabupaten Paser, Kabupaten PPU, dan Kabupaten Kutai Kartanegara, guru mentor bahasa daerah (bahasa Kenyah, Paser, dan Kutai), wakil guru utama dari setiap bahasa daerah yang direvitalisasi di Provinsi Kalimantan Timur, serta perwakilan Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Dua narasumber kegiatan yaitu Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, M.P.P. serta Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Drs. Imam Budi Utomo, M.Hum. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ibu Hetifah Sjaifudian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, M.P.P. mendukung Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) di Provinsi Kalimantan Timur serta akan mengapresiasi hasil-hasil kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD). Beliau menyatakan bahwa Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) mendapat perhatian utama dari pemerintah pusat. Selain itu, beliau juga berterima kasih karena Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) juga mendapat dukungan penuh dari para pemangku kepentingan, guru, mentor, duta bahasa, serta media.<\/p>\n\n\n\n<p>Ibu Hetifah juga menyatakan bahwa perpindahan IKN merupakan sesuatu yang harus disyukuri karena Kaltim akan mendapat tambahan budaya dari para pendatang. Oleh karena itu, Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) diharapkan dapat memperkuat kebudayaan yang telah ada di Kalimantan Timur agar tidak tergerus oleh kebudayaan-kebudayaan baru tersebut. Kaltim perlu membuat perda dan turunan-turunannya yang dapat melindungi kebudayaan yang ada. (ems)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda, 5 Juli 2022 \u2014 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) mencanangkan Merdeka Belajar episode ke-17: Revitalisasi Bahasa Daerah. Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) merupakan upaya untuk melindungi dan melestarikan bahasa daerah. Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) di Provinsi Kalimantan Timur bertujuan agar generasi muda tidak tercabut dari akar budayanya karena kepunahan bahasa merupakan kehilangan batin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1536,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1535","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-etam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1535","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1535"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1535\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1542,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1535\/revisions\/1542"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1536"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1535"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1535"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1535"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}