{"id":1812,"date":"2022-10-21T23:53:10","date_gmt":"2022-10-21T15:53:10","guid":{"rendered":"https:\/\/kantorbahasakaltim.kemdikbud.go.id\/?p=1812"},"modified":"2023-09-06T21:44:56","modified_gmt":"2023-09-06T13:44:56","slug":"melek-literasi-numerik-wujudkan-generasi-muda-yang-siap-menyongsong-tantangan-di-abad-21","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/?p=1812","title":{"rendered":"Melek Literasi Numerik, Wujudkan Generasi Muda yang Siap Menyongsong Tantangan di Abad 21"},"content":{"rendered":"\n<p>Minat baca di Indonesia sangat rendah. Hal tersebut terbukti melalui data terbaru pada Januari 2020 yang menyatakan bahwa UNESCO menyebut Indonesia berada di urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, yaitu hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, hanya satu orang yang rajin membaca. Berdasarkan survei yang dilakukan <em>Program for International Student Assessment<\/em> (PISA) yang dirilis <em>Organization Economic Co-operation and Development<\/em> (OECD) pada 2019, Indonesia menempati peringkat ke-62 dari 70 negara atau merupakan 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah (Dany, 2020:12). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa. Lalu, bagaimana dengan gaya literasi masyarakat Indonesia saat ini? Apakah yang mendasari rendahnya minat baca di Indonesia?<\/p>\n\n\n\n<p>Umumnya masyarakat mengetahui bahwa literasi merupakan pengetahuan dan atau kompetensi dasar yang harus dimiliki seseorang sesuai konteks kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Namun, masyarakat Indonesia pada abad 21 cenderung malas membaca, tetapi lebih tertarik dengan hal-hal yang ringkas seperti yang disajikan dalam bentuk tabel, diagram, grafik, bagan, dan lain sebagainya. Hal tersebut dikarenakan informasi lebih mudah dan cepat diketahui melalui hal-hal yang ringkas seperti itu dibandingkan dengan membaca bacaan panjang yang dianggap sebagian besar orang membosankan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nugraha dan Octavianah (2020) menjelaskan upaya yang dapat dilakukan dalam menghadapi tantangan abad 21 adalah bangsa Indonesia harus menguasai enam literasi dasar: (1) literasi bahasa, (2) literasi numerasi, (3) literasi sains, (4) literasi digital, (5) literasi finansial, serta (6) literasi budaya dan kewarganegaraan. Dengan menguasai keenam keterampilan literasi tersebut diharapkan dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis dalam pemecahan masalah, kreativitas, komunikasi dan kolaborasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Literasi numerasi atau biasa disebut literasi numerik memengaruhi tidak hanya kepribadian seseorang tetapi banyak orang sehingga dapat dikatakan literasi angka erat kaitannya dengan pemecahan masalah matematika. Salah satu dari enam literasi yang terkait dengan pengambilan keputusan yang baik, angka, dan data matematika adalah literasi numerik. Ada banyak contoh seperti saat berbelanja, menabung, memutuskan kapan harus belajar, mengetahui berat badan dan tinggi badan, yang semuanya membutuhkan aritmatika (Simorangkir dkk., 2021). Pentingnya literasi numerik dalam kehidupan sehari-hari membuat literasi numerik tidak dapat dipisahkan, terutama dalam pembelajaran di sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Supriatin dan Syahbirin (2022), keterampilan berhitung dan literasi perlu diperkenalkan sejak dini untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang kompetitif di masa depan. Literasi numerasi juga dipandang sebagai kebutuhan penting untuk mengambil keputusan secara fungsional dalam kehidupan sehari-hari dan dapat menambahkan pengetahuan dan kecakapan dalam melakukan perencanaan dan pengelolaan kegiatan yang baik. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa banyak orang yang kurang memiliki keterampilan literasi numerik.<\/p>\n\n\n\n<p>Berkaitan dengan hal tersebut, program besar yang dibuat oleh pemerintah salah satunya yaitu literasi dasar. Salah satu literasi dasar adalah literasi numerik atau numerasi. Kecakapan literasi numerik penting untuk disosialisasikan melalui edukasi dengan pemanfaatan media sosial yang banyak digunakan saat ini, seperti Instagram. Menurut data <em>We Are Social<\/em> tahun 2022, pengguna aktif bulanan <em>(monthly active user\/MAU)<\/em> Instagram di Indonesia tercatat memiliki jumlah terbesar keempat di dunia dengan jumlah total 99,9 juta pengguna aktif bulanan Instagram pada bulan April, 2022. Instagram adalah bentuk komunikasi yang relatif baru. Para pengguna Instagram dapat dengan mudah berbagi informasi dalam bentuk foto atau video yang disebut &#8220;pembaruan&#8221;. Cara mudah menggunakan aplikasi Instagram memungkinkan pengguna untuk menggunakan Instagram sebagai media informasi untuk kebutuhan mereka. Penggunaan Instagram sebagai media informasi pendidikan merupakan fenomena baru dalam penggunaan media sosial di tengah pesatnya perkembangan media sosial di kalangan anak muda saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak manfaat dan kemudahan di ranah digital ini. Pengguna teknologi dapat mengakses informasi, pengetahuan, dan rekomendasi dalam satu alat untuk memilih media dan di tangan mereka lebih mudah untuk memberikan manfaat dan menggabungkan berbagai platform informasi. Para pengguna dapat dengan mudah berkomunikasi dengan pemilik akun, admin, atau pengikut akun Instagram lainnya dengan memanfaatkan fitur Instagram, seperti memposting foto, membagikan video, menulis komentar, membuat siaran langsung, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menanggapi kebutuhan edukasi literasi numerik, Duta Bahasa Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara membuat sebuah terobosan, yaitu sesuatu yang dapat menarik perhatian masyarakat melalui penggunaan fitur berupa filter yang dapat ditemukan di Instagram serta merupakan salah satu fitur yang dapat digunakan sebagai penunjang peningkatan literasi masyarakat. Instagram menawarkan filter yang dapat digunakan untuk menggabungkan efek virtual dengan unggahan asli (foto dan video). Pada filter Instagram ini, kita dapat menggunakan berbagai efek, seperti efek polaroid atau warna hangat untuk mengubah wajah kita menjadi karakter kartun. Efek <em>Augmented Reality<\/em> (AR) juga dapat ditemukan di filter Instagram yang sering digunakan untuk mengubah gambar di <em>Instagram Stories<\/em> agar tampak lebih menarik.<\/p>\n\n\n\n<p>Fitur yang dikenal sebagai AR pada filter Instagram adalah salah satu yang paling banyak digunakan oleh para pengguna Instagram. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengubah gambar dengan cara tertentu di <em>Instagram Stories<\/em> agar terlihat lebih baik. Fitur ini juga telah digunakan untuk tujuan tertentu, seperti untuk mempromosikan barang dan bersosialisasi di forum. Sehubungan dengan literasi numerik, filter Instagram bisa menjadi salah satu sarana penunjang karena sifatnya yang ringkas, mudah digunakan, cepat penyebarannya, dan terlihat jumlah penggunanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bentuk praktik baik yang dilakukan oleh Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara adalah dengan mengusung program filter Instagram dalam krida kebahasaan dan kesastraan. Program yang dilaksanakan dalam kurun waktu sekitar dua bulan tersebut, dari bulan Agustus\u2014September, telah menghasilkan 47 filter Instagram dan telah mencapai 204,5 ribu frekuensi diakses, 14,5 ribu frekuensi gambar diambil, 3,1 ribu gambar disimpan, dan 1,1 ribu frekuensi dibagikan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" data-id=\"1822\" src=\"https:\/\/kantorbahasakaltim.kemdikbud.go.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/artdubas1-edited-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1822\" style=\"width:459px\" width=\"459\" srcset=\"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/artdubas1-edited-1.jpg 484w, https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/artdubas1-edited-1-154x300.jpg 154w\" sizes=\"(max-width: 484px) 100vw, 484px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"502\" height=\"981\" data-id=\"1821\" src=\"https:\/\/kantorbahasakaltim.kemdikbud.go.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/artdubas2-edited.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1821\" srcset=\"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/artdubas2-edited.jpg 502w, https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/artdubas2-edited-154x300.jpg 154w\" sizes=\"auto, (max-width: 502px) 100vw, 502px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p>Sosialisasi filter Instagram diunggah pada akun Instagram <a href=\"https:\/\/instagram.com\/abbymhmmd._\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">@Abbymhmmd_<\/a> dan disosialisasikan melalui akun <a href=\"https:\/\/instagram.com\/dubaskaltimkaltara\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">@DubasKaltimtara<\/a>. Upaya ini tentu saja menjadi langkah awal praktik baik guna meningkatkan literasi numerik di kalangan masyarakat sehingga dapat mewujudkan generasi muda yang siap&nbsp; menyongsong tantangan di abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\"><strong>Daftar Rujukan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dany. 2020. <em>Tingkat Literasi Indonesia Memprihatinkan<\/em>. Kemenkopmk.go.id.<\/p>\n\n\n\n<p>Nugraha &amp; Octavianah. 2020. Diskursus Literasi Abad 21 di Indonesia. <em>Jurnal&nbsp; Pendidikan Edutama<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Nugroho, Rian, B., &amp; Sri Hastarjo. 2021. <em>Deaktivasi Instagram Sebagai Bentuk Literasi Media<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Simorangkir, Frida Marta Argaret, &amp; Dyan Wulan Sari. 2021. Literasi Numerik di SD Swasta&nbsp; PKMI Efesus Aek Batu. <em>AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Supriatin &amp; Syahbirin. 2022. Pembimbingan Literasi Numerik Anak Usia Sekolah&nbsp; melalui Rumah Literasi di Kelurahan Habaring Hurung. <em>Mujtama&#8217; Jurnal Pengabdian Masyarakat<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Rizaty, M. A. 2022. <em>Pengguna Instagram Indonesia Terbesar Keempat di Dunia<\/em>. DataIndonesia.id.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Minat baca di Indonesia sangat rendah. Hal tersebut terbukti melalui data terbaru pada Januari 2020 yang menyatakan bahwa UNESCO menyebut Indonesia berada di urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, yaitu hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, hanya satu orang yang rajin membaca. Berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-1812","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1812","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1812"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1812\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2607,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1812\/revisions\/2607"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1812"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1812"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1812"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}