{"id":205,"date":"2021-04-21T12:00:00","date_gmt":"2021-04-21T12:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/wordpress\/?p=205"},"modified":"2021-04-21T12:00:00","modified_gmt":"2021-04-21T12:00:00","slug":"sarasehan-penguatan-literasi-yang-dihadiri-para-penulis-di-kaltim-menghasilkan-rekomendasi-bahan-bacaan-bahasa-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/?p=205","title":{"rendered":"Sarasehan Penguatan Literasi yang Dihadiri Para Penulis di Kaltim Menghasilkan Rekomendasi Bahan Bacaan Bahasa Daerah"},"content":{"rendered":"\n<p>Pada tanggal 5 dan 6 April 2021, Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur mengumpulkan beberapa penulis berbahasa daerah di Kalimantan Timur dalam kegiatan Sarasehan Penguatan Literasi Bahan Bacaan Berbahasa Daerah. Kegiatan ini berupaya menyinergikan para penulis dengan penerbitan, dan Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur dalam mewujudkan bahan bacaan berbahasa daerah di Kalimantan Timur bagi anak-anak. Kepala Pusat Pembinaan memaparkan bahwa Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mulai berupaya mengumpulkan penulis berhasa daerah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama mewujudkan bahan bacaan berbahasa daerah. Hal itu menurut beliau sebagai salah satu upaya mendokumentasikan bahasa dan budaya daerah. Selain itu, beliau menegaskan bahwa bentuk pendokumentasian tersebut dapat juga menjadi dokumentasi politik tentang keberadaan suatu suku yang ada di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembicara dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah KalimantanTimur, Masitah, S.Sos. menjabarakan bahwa koleksi buku bacaan berbahasa daerah di Perpustakaan sangatlah sedikit. Untuk mengatasi hal tersebut, Syafruddin Pernyata dari Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca mengusulkan untuk melakukan penerjemahan cerita rakyat Kalimantan Timur berbahasa Indonesia yang sudah banyak beredar di toko buku ke dalam bahasa daerah oleh para penulis Kalimantan Timur. Sementara itu Duito Susanto sebagai perwakilan media Kaltim Post memberikan solusi penulisan karaya berbau lokal dengan menggunakan istilah-istilah kedaerahan. Pemateri dari penulis, yaitu Indah Prihatiningsih dan Rauhiyatil Jannah memberikan kiat-kiat agar karya diterbitkan di penerbit mayor dalam bentuk fisik, penerbit indie, dan penerbit digital.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan Sarasehan ini pada akhirnya merumuskan beberapa rekomendasi, yaitu (1) menyamakan persepsi literasi itu tidak mudah. Setuju untuk memberikan wawasan literasi bagi kepala sekolah, (2) perlunya melakukan pemertahanan bahasa daerah itu terutama mulai di rumah, (3) perlunya menggiatkan penulisan bahan bacaan berbahasa daerah baik melaui penerbitan fisik dan penerbitan digital, (4) sangat penting untuk menulis cerita bagi anak-anak karena literasi dimulai dari anak-anak, dan (5) Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur berniat untuk menerbitkan buku bahan bacaan berbahasa daerah sebagai hasil dari kegiatan ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada tanggal 5 dan 6 April 2021, Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur mengumpulkan beberapa penulis berbahasa daerah di Kalimantan Timur dalam kegiatan Sarasehan Penguatan Literasi Bahan Bacaan Berbahasa Daerah. Kegiatan ini berupaya menyinergikan para penulis dengan penerbitan, dan Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur dalam mewujudkan bahan bacaan berbahasa daerah di Kalimantan Timur bagi anak-anak. Kepala [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-205","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kabar-etam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/205","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=205"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/205\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=205"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=205"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=205"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}