{"id":3103,"date":"2024-06-21T11:01:48","date_gmt":"2024-06-21T03:01:48","guid":{"rendered":"https:\/\/kantorbahasakaltim.kemdikbud.go.id\/?p=3103"},"modified":"2024-06-21T12:23:02","modified_gmt":"2024-06-21T04:23:02","slug":"syafruddin-pernyata-dan-sunaryo-broto-sastrawan-kaltim-yang-menerima-penghargaan-kemendikbudristek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/?p=3103","title":{"rendered":"Syafruddin Pernyata dan Sunaryo Broto: Sastrawan Kaltim Penerima Penghargaan Kemendikbudristek"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Samarinda, 21 Juni 2024<\/strong> &#8212; Dua sastrawan dari Kalimantan Timur, Syafruddin Pernyata dan Sunaryo Broto,&nbsp; meraih penghargaan sastra dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi. Keduanya meraih penghargaan sebagai sastrawan yang telah berkiprah selama 40 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Syafruddin Pernyata<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Lahir di Loa Tebu, Tenggarong pada tanggal 28 Agustus 1958, Syafruddin Penyata tinggal di Samarinda, Kalimantan Timur. Mulai berkegiatan menulis sejak tahun 1975, sebagai pemimpin redaksi di sekolahnya. Lulusan Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pada FKIP Universitas Mulawarman dan Pascasarjana Bandung ini mempunyai nama samaran yaitu Fitri dan Espe, yang sering digunakan dalam karya-karyanya. \u201cCinta Pertama\u201d merupakan cerpen pertama yang dimuat di media cetak, yaitu di Majalah <em>Detektif dan Romantika<\/em>. Selanjutnya, antara tahun 1978 sampai dengan&nbsp; 1992, karya-karya sastranya dimuat di berbagai media massa, seperti <em>Anita Cemerlang, Aneka, Gadis<\/em>, dan <em>Kaltim Post<\/em>, dan sebagainya. Karya sastra Syafruddin Pernyata berupa cerpen, puisi, dan novel. Puisinya yang berjudul \u201cMenggapai Bintang-Bintang di Langit\u201d sebagai pemenang pertama lomba menulis puisi dalam rangka Hari Pahlawan (1977). Cerpen \u201cSurat Juang untuk Yeni\u201d meraih Pemenang I dalam lomba menulis cerpen dalam rangka peringatan Hari Pahlawan (1988).<\/p>\n\n\n\n<p>Perjalanan kariernya sebagai birokrat tidak menyurutkan langkahnya sebagai seorang sastrawan. Karya-karyanya diterbitkan dalam antologi <em>Merobek Sepi<\/em> (Dewan Kesenian Samarinda) dan <em>Secuil Bulan di Atas Mahakam<\/em> (Dewan Kesenian Daerah Kalimantan Timur)<em>. <\/em>Karya tunggalnya dalam bentuk buku, antara lain <em>Harga Diri<\/em> (kumpulan cerpen)<em>, Aku Mencintaimu Shanyuan<\/em> (novel),&nbsp; <em>Zulaiha<\/em> (novel), <em>Awan <\/em>(novel),<em> Lelaki Kampong Air <\/em>(novel), &nbsp;<em>Aku Bulan Kamu Senja<\/em> (novel), <em>Ratih Tanpa Samartphone<\/em> (novel), <em>Digdaya<\/em> (novel), <em>Summa Cumlaude<\/em> (kumpulan cerpen). Karya puisi dan cerpennya dimuat dalam buku <em>Ensiklopedia Sastra Kaltim<\/em>, <em>Kalimantan dalam Prosa Indonesia<\/em>, <em>Kalimantan dalam Puisi Indonesia<\/em>, <em>Kalimantan Timur dalam Sastra Indonesia, <\/em>dan <em>Kalimantan Timur dalam Cerpen Indonesia<\/em>. Kedua buku tersebut dieditori oleh Korrie Layun Rampan. Kini, selain sebagai sastrawan, Syafruddin Pernyata aktif dalam gerakan literasi di berbagai organisasi di Kalimantan Timur, serta menjadi anggota\/peserta Mufakat Budayawan Indonesia yang dipimpin Rhadar Panca Dahana.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"386\" height=\"501\" src=\"https:\/\/kantorbahasakaltim.kemdikbud.go.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Syafrudin-Pernyata.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3108\" style=\"width:240px\" srcset=\"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Syafrudin-Pernyata.jpg 386w, https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Syafrudin-Pernyata-231x300.jpg 231w\" sizes=\"auto, (max-width: 386px) 100vw, 386px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Dokumentasi Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Sunaryo Broto<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sunaryo Broto, lahir di Karanganyar, Solo, 7 April 1965. Lulusan Teknik Kimia di UGM dan Program Magister Manajemen di Universitas Mulawarman yang saat ini berdomisili di Bontang, Kalimantan Timur. Sejak mahasiswa sudah aktif di dunia kepenulisan, di antaranya menjadi pengurus majalah mahasiswa UGM, <em>Balairung <\/em>sertamendirikan majalah mahasiswa Teknik Kimia UGM, <em>Entropi. <\/em>Perjalanan kariernya di sebuah perusahaan<em>, <\/em>tidak menyurutkannya untuk menulis karya sastra.<\/p>\n\n\n\n<p>Sunaryo Broto pernah mendapat penghargaan sebagai Juara II dalam Lomba Penulisan Autobiografi Pelaku Sastra di Kalimantan Timur dan Kalimantan Timur. Karya-karya sastranya, antara lain <em>Tentang Waktu<\/em> (kumpulan puisi), <em>Pertemuan di Kebun Raya<\/em> (kumpulan cerpen), <em>Keringat Lelaki Tua (<\/em>kumpulan cerpen), <em>Perjumpaan di Candi Prambanan, <\/em>(kumpulan cerpen), <em>Puisi dan Pandemi<\/em> (kumpulan puisi), <em>Cerita Cinta di Chengdu<\/em> (novel) 2021 dan terbit lagi tahun 2022.<a> Karya puisi dan cerpennya dimuat dalam buku <em>Ensiklopedia Sastra Kaltim<\/em>, <em>Kalimantan dalam Prosa Indonesia<\/em>, <em>Kalimantan dalam Puisi Indonesia<\/em>, <em>Kalimantan Timur dalam Sastra Indonesia <\/em>dan <em>Kalimantan Timur dalam Cerpen Indonesia<\/em>. Kedua buku tersebut dieditori oleh Korrie Layun Rampan. <\/a>Bukunya &nbsp;<em>Perjumpaan di Candi Prambanan<\/em> (kumpulan cerpen) mendapat penghargaan Prosa Unggulan tahun 2021 dari Kantor Bahasa Provinsi Kaltim. Sunaryo Broto aktif pula pada bidang literasi di Bontang, Kalimantan Timur. Beberapa artikel, cerpen, dan puisinya pernah dimuat di media massa, seperti <em>Suara Kaltim<\/em>, <em>Republika<\/em>, dan <em>Kaltim Post, Bontang Post, <\/em>dan<em>Tribun Kaltim<\/em>..<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"386\" height=\"501\" src=\"https:\/\/kantorbahasakaltim.kemdikbud.go.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Sunaryo-Broto.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3109\" style=\"width:240px\" srcset=\"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Sunaryo-Broto.jpg 386w, https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Sunaryo-Broto-231x300.jpg 231w\" sizes=\"auto, (max-width: 386px) 100vw, 386px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Dokumentasi Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Sebagian tulisan diambil dari buku <em>Biografi Pengarang Kaltim<\/em>, 2009<\/p>\n\n\n\n<p>Pengumuman selengkapnya dapat dilihat di <a href=\"https:\/\/spiritpusbanglin.kemdikbud.go.id\/berita\/462_SK_Penetapan_Calon_Penerima_Banpem_2024_(rev).pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">sini<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda, 21 Juni 2024 &#8212; Dua sastrawan dari Kalimantan Timur, Syafruddin Pernyata dan Sunaryo Broto,&nbsp; meraih penghargaan sastra dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi. Keduanya meraih penghargaan sebagai sastrawan yang telah berkiprah selama 40 tahun. Syafruddin Pernyata Lahir di Loa Tebu, Tenggarong pada tanggal 28 Agustus 1958, Syafruddin Penyata tinggal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3112,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,3],"tags":[],"class_list":["post-3103","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-informasi","category-kabar-etam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3103","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3103"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3103\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3114,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3103\/revisions\/3114"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3103"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3103"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3103"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}