{"id":3180,"date":"2024-08-16T16:34:31","date_gmt":"2024-08-16T08:34:31","guid":{"rendered":"https:\/\/kantorbahasakaltim.kemdikbud.go.id\/?p=3180"},"modified":"2024-08-16T16:34:31","modified_gmt":"2024-08-16T08:34:31","slug":"kantor-bahasa-provinsi-kalimantan-timur-berpartisipasi-dalam-penyusunan-kamus-bahasa-banua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/?p=3180","title":{"rendered":"Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur Berpartisipasi dalam Penyusunan Kamus Bahasa Banua"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Berau, 16 Agustus 2024<\/strong> &#8212; Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur pada 14 Agustus 2024 turut berpartisipasi dalam Diskusi Penyusunan Kamus Bahasa Banua (Melayu Berau) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Berau. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 2 Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Jalan Murjani I, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau ini dihadiri oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Halimi Hadibrata, dan perwakilan KKLP Perkamusan dan Peristilahan, Suindah Sari, serta narasumber yang merupakan penutur jati bahasa Banua. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Hj. Mardiatul Idalisa, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa bahasa Banua bisa menjadi bahasa seperti bahasa Betawi di Jakarta bila tidak mendapat perhatian lebih. \u201dBahasa Banua harus mendapat perhatian karena Berau yang berada di sekitar wilayah IKN pasti akan mendapat mendapat pengaruh dari perpindahan ibu kota di wilayah Kalimantan Timur. Berau yang sering disebut sebagai Bali-nya Kalimantan pasti akan sering dikunjungi oleh wisatawan. Hal ini pasti akan berdampak pada berbagai aspek di Berau, salah satunya adalah bahasa daerah. Bahasa Banua harus terus diperhatikan agar tetap lestari di tengah derasnya kunjungan dari masyarakat pendatang.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Halimi Hadibrata, menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Diskusi Penyusunan Kamus Pelajar Bahasa Banua. &#8220;Penyusunan Kamus Pelajar Bahasa Banua merupakan langkah yang sangat baik. Bahasa Banua harus mendapat perhatian dari seluruh pemangku kepentingan di Berau. Penyusunan kamus sebagai bahan pendamping pengajaran muatan lokal yang akan segera diterapkan di Kabupaten Berau pada beberapa tahun ke depan harus dilaksanakan dengan semaksimal mungkin.\u2019\u2019<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan Diskusi Penyusunan Kamus Bahasa Banua (Melayu Berau) menghadirkan narasumber penutur jati bahasa Banua. Penutur jati yang dipilih oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Berau untuk menyusun kamus yang rencananya akan disebarluaskan di seluruh wilayah Kabupeten Berau ini antara lain Muhammad Said, S.H., M.H., Drs. Ibnu Sina Asy\u2019ari, Drs. H. Datu Kesuma, Dr. Dra. Hj. Rohaini, M.M., H. Datu Indera Saferi, dan Daud Badaruddin, S.Ag., M.Pd. Kegiatan Diskusi Penyusunan Kamus Bahasa Banua (Melayu Berau) dilaksanakan melalui diskusi kelompok terpumpun. Kegiatan ini dilakukan untuk mengumpulkan kosakata bahasa Banua yang akan disusun menjadi Kamus Pelajar Bahasa Banua yang dilengkapi dengan pelafalan, kelas kata, definisi, serta contoh kalimat dalam bahasa Banua dan makna contoh kalimat dalam bahasa Indonesia. Data yang dikumpulkan pada kegiatan ini akan diverifikasi kembali dalam kegiatan lokakarya yang akan dilakukan pada beberapa bulan ke depan sehingga diperoleh data kamus yang valid dan lengkap. (ss)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berau, 16 Agustus 2024 &#8212; Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur pada 14 Agustus 2024 turut berpartisipasi dalam Diskusi Penyusunan Kamus Bahasa Banua (Melayu Berau) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Berau. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 2 Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Jalan Murjani I, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau ini dihadiri oleh Kepala Kantor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3181,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-3180","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-etam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3180","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3180"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3180\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3182,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3180\/revisions\/3182"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3181"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3180"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3180"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3180"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}