{"id":3274,"date":"2024-09-03T13:52:10","date_gmt":"2024-09-03T05:52:10","guid":{"rendered":"https:\/\/kantorbahasakaltim.kemdikbud.go.id\/?p=3274"},"modified":"2024-09-03T13:52:10","modified_gmt":"2024-09-03T05:52:10","slug":"pemantauan-revitalisasi-bahasa-melayu-kutai-di-tenggarong-kutai-kartanegara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/?p=3274","title":{"rendered":"Pemantauan Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai di Tenggarong, Kutai Kartanegara"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Tenggarong, 3 September 2024<\/strong> \u2014 Tim Pemantauan Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur mengadakan kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai di Kabupaten Kutai Kartanegara pada 2 September 2024. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Peningkatan Kompetensi Berbahasa dan Bersastra: Pelatihan Guru Utama program Revitalisasi Bahasa Daerah yang menjadi bagian dari Program Merdeka Belajar Episode 17 yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan tujuan untuk melestarikan bahasa-bahasa daerah di Indonesia, yaitu melihat dan memantau progres pengimbasan bahasa Melayu Kutai yang sudah dilakukan oleh guru utama. Selain itu, kegiatan ini juga mencermati kesiapan daerah untuk berpartisipasi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu di tingkat provinsi pada bulan November mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan&nbsp; pemantauan yang dilakukan di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong, Kutai Kartanegara sebagai tuan rumah kegiatan seleksi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara (Drs. Joko Sampurno, M.Si.),&nbsp; Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Puji Utomo, S.H.), Staf Bidang Kesenian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Awang M. Rifani, S.Sos., M.Si.), kepala sekolah, guru utama, guru pelatih, mentor, dewan juri, tamu undangan berbagai instansi, dan peserta FTBI&nbsp; tingkat SD dan SMP Kabupaten Kutai Kartanegara.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKeanekaragaman bahasa yang kita miliki adalah aset budaya yang harus dipelihara agar tidak musnah. Kemusnahan itu dapat disebabkan gaya hidup semakin memarginalkan suku-suku tertentu bahkan tergeser dari tempat asal mereka tinggal, serta populasi penutur populasi penutur bahasa Ibu yang semakin lama mengalami menurun. Oleh karena itu, kita wajib melakukan upaya pelestarian bahasa Ibu agar tidak musnah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan melalui FTBI, generasi muda kita diberikan kesempatan serta apresiasi untuk berkekspresi melalui puisi, lagu, bercerita dan lainnya. Saya berharap melalui FTBI anak muda kita semakin mencintai bahasa Kutai.\u201d sambutan Bupati Kutai Kartanegara yang dibacakan oleh Joko Sampurno.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kesempatan tersebut, tim pemantauan Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur turut menyaksikan penampilan peserta FTBI Tingkat SD dan SMP dari berbagai kategori lomba. Kategori lomba tingkat SD terdiri atas mendongeng, tingkilan, dan baca puisi. Untuk kategori lomba tingkat SMP terdiri atas pidato, tarsul, komedi tunggal, dan penulisan cerpen. Semua peserta menampilkan bakat berbahasa Melayu Kutai dengan baik. Selanjutnya, perwakilan KKLP Pemodernan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Yudianti Herawati, S.S., M.A. diberikan penghormatan untuk menyerahkan hadiah penghargaan kepada peserta FTBI yang menjadi pemenang dan akan maju ke tingkat provinsi. (yh)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tenggarong, 3 September 2024 \u2014 Tim Pemantauan Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur mengadakan kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai di Kabupaten Kutai Kartanegara pada 2 September 2024. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Peningkatan Kompetensi Berbahasa dan Bersastra: Pelatihan Guru Utama program Revitalisasi Bahasa Daerah yang menjadi bagian dari Program Merdeka Belajar Episode [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3276,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-3274","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-etam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3274","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3274"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3274\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3275,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3274\/revisions\/3275"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3276"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3274"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3274"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3274"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}