{"id":3683,"date":"2025-06-09T18:28:35","date_gmt":"2025-06-09T10:28:35","guid":{"rendered":"https:\/\/kantorbahasakaltim.kemdikbud.go.id\/?p=3683"},"modified":"2025-06-09T18:29:31","modified_gmt":"2025-06-09T10:29:31","slug":"mendikdasmen-terima-anugerah-konservasi-2025-kategori-upakarti-dharmakarya-adhikarana-dari-unnes","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/?p=3683","title":{"rendered":"Mendikdasmen Terima Anugerah Konservasi 2025 Kategori Upakarti Dharmakarya Adhikarana dari UNNES"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Semarang, 8 Juni 2025<\/strong> \u2013 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu\u2019ti, menerima Anugerah Konservasi 2025 kategori Upakarti Dharmakarya Adhikarana dari Universitas Negeri Semarang (UNNES). Penghargaan ini diberikan dalam momentum Dies Natalis ke-60 UNNES, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam merumuskan pemikiran, gerakan, dan kebijakan pendidikan yang berpihak pada keberagaman, perdamaian, dan kesadaran ekologis.<br>\u00a0<br>Sebagai pendidik, pemikir, dan penggerak pendidikan, Abdul Mu\u2019ti konsisten memperjuangkan pendidikan yang humanis, transformatif, dan berakar pada nilai-nilai keislaman progresif. Ia juga dikenal sebagai tokoh yang teguh dalam mengadvokasi pluralisme sebagai tenun kehidupan berbangsa, dengan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan untuk membangun intelektualitas sekaligus melahirkan khalifah di bumi yang bertanggung jawab menjaga sesama.<br>\u00a0<br>Dalam sambutannya, Mendikdasmen menekankan bahwa pendidikan tidak hanya soal penguasaan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter dan kemampuan transformatif yang adaptif terhadap perubahan zaman.<br>\u00a0<br>\u201cKalau kita berbicara mengenai pendidikan dan bagaimana menyiapkan dunia masa depan, kita melihat bahwa kemampuan untuk mengelola perubahan itu dapat dikuasai oleh anak-anak kita, apabila pendidikan kita berorientasi ke masa depan dan tidak hanya memberikan mereka kemampuan teknis, tetapi juga soft skills yang bersifat transformatif,\u201d ucap Mendikdasmen di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (8\/6).<br>\u00a0<br>Lebih lanjut, Mendikdasmen menegaskan bahwa melalui visi Pendidikan Bermutu untuk Semua, Kemendikdasmen berkomitmen terus meningkatkan layanan pendidikan, bukan hanya dalam hal pengetahuan, tetapi juga kepemimpinan dan karakter, untuk menyiapkan generasi bangsa memasuki dunia global.<br>\u00a0<br>Dalam kesempatan itu, Mendikdasmen juga mengapresiasi kontribusi UNNES sebagai lembaga yang telah melahirkan guru-guru hebat dan berkualitas. \u201cKami sangat berharap UNNES dapat terus mendidik para guru sebagai tidak hanya agent of learning tetapi juga agent of civilization. Guru tidak hanya menjadi agen pembelajaran, tetapi juga agen dalam membangun peradaban,\u201d tuturnya.<br>\u00a0<br>Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Semarang, Martono, menyampaikan bahwa komitmen menjadi universitas berwawasan konservasi merupakan pekerjaan besar yang hanya bisa diwujudkan melalui kolaborasi dan keterlibatan seluruh pihak. \u201dWawasan konservasi sebagai prinsip hidup juga harus diimplementasikan dalam berbagai lini kehidupan. Siapapun kita, apapun peran sosial yang kita emban, kita bisa berkontribusi mengimplementasikan nilai-nilai konservasi,\u201d katanya.<br>\u00a0<br>Ia pun menjelaskan bahwa UNNES mengembangkan tiga pilar konservasi, yaitu alam dan lingkungan, seni dan budaya, serta nilai dan karakter, yang terus diperluas penerapannya.<br>\u00a0<br>\u201dOleh karena itu, pada kesempatan yang berbahagia ini, UNNES akan memberikan anugerah konservasi kepada dua tokoh yang dinilai memiliki komitmen dalam mengimplementasikan nilai-nilai konservasi pada bidangnya,\u201d tambah Martono.<br>\u00a0<br>Penghargaan ini menjadi simbol sinergi antara dunia pendidikan dan gerakan konservasi. Lebih dari sekadar penghargaan pribadi, penganugerahan ini mencerminkan harapan bersama untuk menghadirkan sistem pendidikan dengan nilai kemanusiaan, keberagaman, dan keberlanjutan. Kemendikdasmen membuka jalan bagi lahirnya generasi masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas dan berempati. Pendidikan yang berakar pada nilai-nilai luhur adalah fondasi bagi Indonesia yang berkeadaban.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat<br>Sekretariat Jenderal<br>Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah<br>&nbsp;<br>Laman: <a href=\"http:\/\/kemendikdasmen.go.id\">kemendikdasmen.go.id<\/a><br>X: <a href=\"http:\/\/x.com\/Kemdikdasmen\">x.com\/Kemdikdasmen<\/a><br>Instagram: <a href=\"http:\/\/instagram.com\/kemendikdasmen\">instagram.com\/kemendikdasmen<\/a><br>Facebook: <a href=\"http:\/\/facebook.com\/kemendikdasmen\">facebook.com\/kemendikdasmen<\/a><br>YouTube: <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/@dikdasmenRI\">KEMDIKDASMEN<\/a><br>Pertanyaan dan Pengaduan: <a href=\"http:\/\/ult.kemendikdasmen.go.id\">ult.kemendikdasmen.go.id<\/a><br>Siaran Pers Kemendikdasmen: <a href=\"http:\/\/kemendikdasmen.go.id\/pencarian\/siaran-pers\">kemendikdasmen.go.id\/pencarian\/siaran-pers<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semarang, 8 Juni 2025 \u2013 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu\u2019ti, menerima Anugerah Konservasi 2025 kategori Upakarti Dharmakarya Adhikarana dari Universitas Negeri Semarang (UNNES). Penghargaan ini diberikan dalam momentum Dies Natalis ke-60 UNNES, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam merumuskan pemikiran, gerakan, dan kebijakan pendidikan yang berpihak pada keberagaman, perdamaian, dan kesadaran ekologis.\u00a0Sebagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3684,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[],"class_list":["post-3683","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-siaran-pers"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3683","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3683"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3683\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3686,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3683\/revisions\/3686"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3684"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}