{"id":3800,"date":"2025-09-08T14:30:28","date_gmt":"2025-09-08T06:30:28","guid":{"rendered":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/?p=3800"},"modified":"2025-09-08T14:31:09","modified_gmt":"2025-09-08T06:31:09","slug":"pemantauan-dan-evaluasi-revitalisasi-bahasa-daerah-di-kabupaten-kutai-kartanegara-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/?p=3800","title":{"rendered":"Pemantauan dan Evaluasi Revitalisasi Bahasa Daerah di Kabupaten Kutai Kartanegara"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Tenggarong, 8 September 2025<\/strong> &#8212; Tim Pemantauan dan Evaluasi RBD Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur pada 6 September 2025 melakukan kegiatan Pemantauan dan Evaluasi\u00a0Revitalisasi Bahasa Daerah (bahasa Melayu Kutai) di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai di Kabupaten Kutai Kartanegara. Selain itu, kegiatan ini juga melihat kesiapan daerah untuk berpartisipasi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Provinsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan pemantauan tersebut dilakukan dengan menghadiri acara final Festival Tunas Bahasa Ibu (bahasa Melayu Kutai) tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Kabupaten Kutai Kartanegara diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan&nbsp; Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan tersebut diikuti oleh 12 orang peserta dalam 4 lomba bahasa Kutai. Dalam acara final FTBI Kabupaten Kutai Kartanegara tersebut peserta masing-masing kategori lomba berjumlah 3 orang yang merupakan hasil seleksi pada babak penyisihan. Hadir pula pada acara tersebut para juri, kepala sekolah, guru pendamping, dan orang tua siswa. Babak penyisihan berlangsung di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara. Sementara itu, untuk babak final diselenggarakan di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Puji Utomo, S.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan FTBI Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan wujud peran aktif Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk melakukan pelestarian dan pembinaan bahasa daerah, khususnya bahasa Melayu Kutai bagi generasi muda. Melalui kegiatan pelestarian daerah pihaknya berharap generasi muda di masa depan dapat tampil untuk melestarikan bahasa daerah. Pihaknya sangat bangga kepada para generasi muda yang tampil dalam FTBI Kabupaten Kutai Kartanegara.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, ketua panitia dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Awang M. Rifani, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan FTBI Kabupaten Kutai Kartanegara diikuti oleh 17 SD dan 29 SMP di Kabupaten Kutai Kartanegara. Lomba tingkat SD, yaitu puisi bahasa Melayu Kutai dan lagu <em>tingkilan<\/em>. Sementara itu, untuk lomba tingkat SMP, yaitu pidato bahasa Melayu Kutai dan <em>tarsul<\/em>. Lomba puisi bahasa Melayu Kutai diikuti 40 peserta dengan 17 guru pendamping. Lomba lagu <em>tingkilan <\/em>diikuti 39 peserta dengan 17 guru pendamping. Sementara itu, untuk lomba pidato bahasa Melayu Kutai diikuti 65 peserta dengan 27 guru pendamping. Lomba <em>tarsul <\/em>diikuti 62 peserta dengan 25 guru pendamping. Pada babak final telah diseleksi masing-masing kategori lomba berjumlah 3 orang. Tiga orang tersebut nantinya akan menjadi wakil Kabupaten Kutai Kartanegara dalam FTBI Tingkat Provinsi Kalimantan Timur.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Asep Juanda, S.Ag., M.Hum., menyampaikan motivasi kepada para peserta FTBI Kabupaten Kutai Kartanegara. Asep Juanda menyampaikan bahwa para peserta FTBI telah berperan aktif untuk melestarikan bahasa Melayu Kutai. Festival tersebut bukan hanya sekadar lomba tetapi merupakan alat memotivasi untuk mencintai bahasa daerah. Selain itu, pihaknya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, serta semua pihak yang terkait, yang telah menyelenggarakan FTBI Kabupaten Kutai Kartanegara. Dengan adanya keterlibatan banyak pihak diharapkan upaya pelestarian bahasa daerah akan semakin kuat. Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur berharap bagi pemenang FTBI boleh berbangga hati tetapi harus tetap berupaya mengasah kemampuannya sehingga dalam FTBI tingkat provinsi dapat menampilkan yang terbaik. Bagi yang belum menjadi pemenang harus tetap bersemangat dan terus berlatih untuk mengasah kemampuannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan Pemantauan Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai di Kabupaten Kutai Kartanegara menunjukkan bahwa pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah terutama kepada siswa telah dilakukan oleh guru utama dan guru pelatih. Para siswa telah menampilkan berbagai wahana dalam bahasa Kutai dengan baik. Diharapkan mereka akan terus berlatih untuk menghadapi FTBI tingkat Provinsi. Para siswa sudah menunjukkan semangat dalam membawakan puisi bahasa Melayu Kutai, lagu <em>tingkilan<\/em>, pidato bahasa Melayu Kutai, dan membaca <em>tarsul<\/em>. Tim juga berkesempatan menyaksikan tari jepen dalam acara tersebut. (dk)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tenggarong, 8 September 2025 &#8212; Tim Pemantauan dan Evaluasi RBD Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur pada 6 September 2025 melakukan kegiatan Pemantauan dan Evaluasi\u00a0Revitalisasi Bahasa Daerah (bahasa Melayu Kutai) di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai di Kabupaten Kutai Kartanegara. Selain itu, kegiatan ini juga melihat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3801,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-3800","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-etam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3800","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3800"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3800\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3803,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3800\/revisions\/3803"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3801"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3800"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3800"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3800"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}