{"id":3850,"date":"2025-11-05T07:49:46","date_gmt":"2025-11-04T23:49:46","guid":{"rendered":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/?p=3850"},"modified":"2025-11-05T07:49:46","modified_gmt":"2025-11-04T23:49:46","slug":"pidato-mendikdasmen-jadi-awal-bahasa-indonesia-sebagai-bahasa-kerja-di-sidang-umum-unesco","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/?p=3850","title":{"rendered":"Pidato Mendikdasmen Jadi Awal Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kerja di Sidang Umum UNESCO"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Samarkand, Uzbekistan, 4 November 2025<\/strong> \u2013 Dalam Sidang Umum UNESCO ke-43 di Kota Samarkand, Uzbekistan, momen bersejarah telah terjadi saat bahasa Indonesia secara resmi pertama kali digunakan sebagai bahasa kerja dalam Sidang Umum UNESCO. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu\u2019ti, saat menyampaikan Pernyataan Nasional pada Sidang Umum UNESCO ke-43 di Kota Samarkand, Uzbekistan, Selasa (4\/11).<\/p>\n\n\n\n<p>Mengawali pernyataannya, Menteri Mu\u2019ti memulai dengan sebuah pantun yang merupakan sebuah budaya takbenda yang telah diakui pada Sidang Umum UNESCO pada tanggal 17 Desember 2020 yang lalu. \u201cBunga selasih mekar di taman, petik setangkai buat ramuan. Terima kasih saya ucapkan, atas kesempatan menyampaikan pernyataan,\u201d ujar Mendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Menteri Mu\u2019ti turut menyampaikan apresiasi atas dukungan dari UNESCO dan semua negara anggota yang telah mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa kerja ke-10 pada Sidang Umum UNESCO pada 20 November 2023.<\/p>\n\n\n\n<p>Menteri Mu\u2019ti mengatakan, bahwa bahasa Indonesia telah lama berfungsi sebagai jembatan kesatuan di seluruh archipelago Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, 700 bahasa lokal, dan 1.300 etnik. Pada hari ini, ucap Menteri Mu\u2019ti, bahasa Indonesia kembali mengukuhkan eksistensinya di dunia internasional sebagai jembatan pengetahuan antara negara.<\/p>\n\n\n\n<p>Di akhir pidatonya, Menteri Mu\u2019ti turut menutupnya dengan sebuah pantun. \u201cDari Jakarta ke Samarkand, kota bersejarah nan menawan. Jika manusia bergandeng tangan, dunia indah penuh kedamaian,\u201d tandasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat<br>Sekretariat Jenderal<br>Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah<br>\u00a0<br>Laman: <a href=\"http:\/\/kemendikdasmen.go.id\">kemendikdasmen.go.id<\/a><br>X: <a href=\"http:\/\/x.com\/Kemdikdasmen\">x.com\/Kemdikdasmen<\/a><br>Instagram: <a href=\"http:\/\/instagram.com\/kemendikdasmen\">instagram.com\/kemendikdasmen<\/a><br>Facebook: <a href=\"http:\/\/facebook.com\/kemendikdasmen\">facebook.com\/kemendikdasmen<\/a><br>YouTube: <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/@dikdasmenRI\">KEMDIKDASMEN<\/a><br>Pertanyaan dan Pengaduan: <a href=\"http:\/\/ult.kemendikdasmen.go.id\">ult.kemendikdasmen.go.id<\/a><br>Siaran Pers Kemendikdasmen: <a href=\"http:\/\/kemendikdasmen.go.id\/pencarian\/siaran-pers\">kemendikdasmen.go.id\/pencarian\/siaran-pers<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarkand, Uzbekistan, 4 November 2025 \u2013 Dalam Sidang Umum UNESCO ke-43 di Kota Samarkand, Uzbekistan, momen bersejarah telah terjadi saat bahasa Indonesia secara resmi pertama kali digunakan sebagai bahasa kerja dalam Sidang Umum UNESCO. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu\u2019ti, saat menyampaikan Pernyataan Nasional pada Sidang Umum UNESCO ke-43 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3851,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[],"class_list":["post-3850","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-siaran-pers"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3850","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3850"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3850\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3852,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3850\/revisions\/3852"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3851"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3850"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}