{"id":4039,"date":"2026-02-27T10:52:11","date_gmt":"2026-02-27T02:52:11","guid":{"rendered":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/?p=4039"},"modified":"2026-02-27T10:52:11","modified_gmt":"2026-02-27T02:52:11","slug":"pengutamaan-bahasa-negara-di-ibu-kota-nusantara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/?p=4039","title":{"rendered":"Pengutamaan Bahasa Negara di Ibu Kota Nusantara"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Nusantara, 27 Februari 2026<\/strong> &#8212; Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menyelenggarakan audiensi dan koordinasi Pengutamaan Bahasa Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai langkah awal program pembinaan tahun 2025\u20142029 pada 23 dan 24 Februari 2026. Kegiatan yang bertempat di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN ini dibuka secara resmi oleh Suwito, Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sambutannya, Suwito menyampaikan harapannya agar seluruh lembaga terbina dapat mengoptimalkan setiap tahapan pembinaan melalui sinergi yang kuat dengan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur. Lebih lanjut, Suwito menekankan bahwa pembinaan ini merupakan upaya strategis untuk menjadikan pengutamaan bahasa negara di IKN sebagai percontohan nasional. Sekolah-sekolah yang terpilih diharapkan mampu menjadi teladan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar pada lanskap dan dokumen resmi, sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n<p>Sesi audiensi ini dioptimalkan sebagai wadah diskusi interaktif untuk memetakan berbagai kendala yang dihadapi sekolah dalam perbaikan penggunaan bahasa. Peserta dan narasumber bersama-sama mencari solusi praktis atas tantangan teknis maupun administratif dalam menata wajah bahasa di lingkungan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah sesi audiensi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah terbina. Tim bertemu dengan unsur pimpinan sekolah dan jajaran terkait untuk mendiskusikan langkah konkret serta teknis perbaikan bahasa yang akan diterapkan segera di unit masing-masing. Sepuluh lembaga pendidikan di wilayah IKN telah ditetapkan sebagai lembaga terbina tahun 2026, yaitu SDN 020 Sepaku, SDN 014 Sepaku, SDN 004 Sepaku, SDN 017 Sepaku, SMP Muhammadiyah 1 PPU, SMP IT Maarif Sepaku, SMPN 27 PPU, SMPN 2 PPU, SMKN 1 PPU dan SMAN 3 PPU.<\/p>\n\n\n\n<p>Audiensi ini menghadirkan tim narasumber yang terdiri atas Nur Bety, Abd. Rahman, dan Ali Kusno. Program ini mencakup tahapan inventarisasi, pendampingan, hingga evaluasi untuk memastikan IKN menjadi pusat peradaban yang menjunjung tinggi identitas nasional melalui bahasa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui komitmen bersama ini, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur berharap agar implementasi bahasa negara di lingkungan pendidikan IKN tidak sekadar menjadi pemenuhan administrasi, melainkan menjadi budaya yang melekat. Keberhasilan program ini akan menjadi standar baru bagi instansi lainnya di Nusantara, mempertegas posisi IKN sebagai simbol kemajuan bangsa yang tetap berpijak pada jati diri bahasa Indonesia. (ak)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nusantara, 27 Februari 2026 &#8212; Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menyelenggarakan audiensi dan koordinasi Pengutamaan Bahasa Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai langkah awal program pembinaan tahun 2025\u20142029 pada 23 dan 24 Februari 2026. Kegiatan yang bertempat di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4040,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4039","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-etam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4039","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4039"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4039\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4041,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4039\/revisions\/4041"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4040"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4039"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4039"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4039"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}