{"id":4095,"date":"2026-05-22T20:16:12","date_gmt":"2026-05-22T12:16:12","guid":{"rendered":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/?p=4095"},"modified":"2026-05-22T20:17:52","modified_gmt":"2026-05-22T12:17:52","slug":"dari-perbatasan-malinau-literasi-tumbuh-lewat-kolaborasi-partisipasi-semesta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/?p=4095","title":{"rendered":"Dari Perbatasan Malinau, Literasi Tumbuh Lewat Kolaborasi Partisipasi Semesta"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jakarta, 22 Mei 2026<\/strong> &#8212; Dalam momentum Peringatan Hari Pendidikan Nasional, Hari Buku Nasional 2026, dan Hari Kebangkitan Nasional terdapat cerita tentang semangat literasi yang terus tumbuh dari wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia. Di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, keterbatasan akses dan tantangan geografis tidak menghalangi masyarakat untuk membangun budaya literasi yang hidup melalui kolaborasi pemerintah daerah, sekolah, keluarga, komunitas, dan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai wilayah yang sebagian besar masih berupa hutan alam dan hanya dapat dijangkau melalui jalur sungai serta perjalanan darat yang panjang, Malinau menunjukkan bahwa penguatan literasi dapat tumbuh dari partisipasi semesta. Dalam semangat tersebut, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) kemitraan pendidikan antara pemerintah Indonesia dan Australia, menyelenggarakan gelar wicara bertajuk \u201cCerita dari Perbatasan: Praktik Baik Partisipasi Semesta dalam Pembangunan Literasi di Malinau, Kalimantan Utara\u201d untuk menyebarluaskan praktik baik literasi yang mendukung Gerakan Literasi Nasional dan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam paparannya menegaskan bahwa literasi menjadi fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia dan pencapaian tujuan pendidikan nasional. \u201cLiterasi menjadi fondasi penting mendapatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan dan literasi tidak dapat dipisahkan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional,\u201d ujarnya di Kantor Badan Bahasa, Jakarta pada Kamis (21\/5).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hafidz menegaskan bahwa visi Pendidikan Bermutu untuk Semua yang diusung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, dilandasi semangat agar layanan pendidikan dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. \u201cPilar terpenting pendidikan adalah guru, sarana yang memadai, dan pembelajaran yang bermakna. Literasi menjadi alat utama untuk meningkatkan pemahaman siswa, tidak hanya sekadar membaca dan menulis, tetapi memahami apa yang dibacanya,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia juga mengungkapkan bahwa praktik baik dari Malinau menunjukkan bahwa keterbatasan geografis tidak menjadi penghalang untuk membangun budaya literasi yang kuat. \u201cOrang sering mengatakan daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T) dan perbatasan memiliki keterbatasan. Namun Malinau menunjukkan bahwa dengan keterbatasan justru lahir inovasi dan kreativitas yang luar biasa,\u201d ungkap Hafidz.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, Hafidz juga mengungkapkan bahwa Indeks Kegemaran Membaca Provinsi Kalimantan Utara berada di atas rata-rata nasional. \u201cIndeks Kegemaran Membaca nasional tahun 2025 berada di angka 54,8. Namun Kalimantan Utara mencapai 58,89. Ini bukan hasil yang datang begitu saja. Ada cerita, kerja keras, dan gerakan bersama di baliknya khususnya di Kabupaten Malinau,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Malinau, Maylenty Wempi, yang turut menjadi narasumber dalam gelar wicara tersebut, menegaskan bahwa gerakan literasi di wilayahnya dibangun melalui semangat gotong royong dengan pendekatan berbasis keluarga. \u201cGerakan literasi di Kabupaten Malinau adalah gerakan bersama. Bukan hanya tugas pemerintah, tetapi semua mengambil peran,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Maylenty, keluarga menjadi titik awal yang strategis dalam menumbuhkan budaya baca di masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk INOVASI, turut memperkuat kesadaran akan pentingnya literasi sejak dini. \u201cKami menyadari peran kami sangat strategis karena langsung menyentuh keluarga,\u201d katanya. Ia menambahkan bahwa literasi berperan dalam meningkatkan kemampuan memahami kondisi, berpikir kritis, berkomunikasi efektif, serta membentuk karakter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia juga mengakui tantangan geografis Malinau sebagai wilayah perbatasan dengan luas wilayah dan keberagaman budaya, termasuk 11 suku asli. Karena itu, pendekatan berbasis budaya dan bahasa lokal menjadi penting agar masyarakat lebih mudah terlibat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski demikian, gerakan literasi terus berkembang melalui sinergi lintas sektor hingga tingkat desa dan RT. Partisipasi berbagai pihak mendorong peningkatan jumlah pegiat literasi dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) secara konsisten. Sejak 2020, jumlah TBM meningkat dari 5 menjadi 96 unit pada 2026, sementara jumlah pegiat literasi bertambah dari 11 menjadi sekitar 768 orang. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang terbangun mampu memperkuat ekosistem literasi secara inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat<br>Sekretariat Jenderal<br>Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah<br>&nbsp;<br>Laman: <a href=\"http:\/\/kemendikdasmen.go.id\">kemendikdasmen.go.id<\/a><br>X: <a href=\"http:\/\/x.com\/Kemdikdasmen\">x.com\/Kemdikdasmen<\/a><br>Instagram: <a href=\"http:\/\/instagram.com\/kemendikdasmen\">instagram.com\/kemendikdasmen<\/a><br>Facebook: <a href=\"http:\/\/facebook.com\/kemendikdasmen\">facebook.com\/kemendikdasmen<\/a><br>YouTube: <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/@dikdasmenRI\">KEMDIKDASMEN<\/a><br>Pertanyaan dan Pengaduan: <a href=\"http:\/\/ult.kemendikdasmen.go.id\">ult.kemendikdasmen.go.id<\/a><br>Siaran Pers Kemendikdasmen: <a href=\"http:\/\/kemendikdasmen.go.id\/pencarian\/siaran-pers\">kemendikdasmen.go.id\/pencarian\/siaran-pers<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 22 Mei 2026 &#8212; Dalam momentum Peringatan Hari Pendidikan Nasional, Hari Buku Nasional 2026, dan Hari Kebangkitan Nasional terdapat cerita tentang semangat literasi yang terus tumbuh dari wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia. Di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, keterbatasan akses dan tantangan geografis tidak menghalangi masyarakat untuk membangun budaya literasi yang hidup melalui kolaborasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4096,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[],"class_list":["post-4095","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-siaran-pers"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4095","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4095"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4095\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4102,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4095\/revisions\/4102"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4096"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4095"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4095"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/balaibahasakaltim.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4095"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}