Muara Ancalong, 29 Juni 2026 — Tim Peta Kebinekaan Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur pada tanggal 23—25 Juni 2026 melakukan pengambilan data di Desa Long Tesak, Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Desa Long Tesak, Kecamatan Muara Ancalong dihuni oleh tiga suku dengan budaya yang masih terpelihara, yaitu suku Kenyah, Kutai, dan Modang.
Tim Peta Kebinekaan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur diterima oleh Kepala Dusun Tanjung Manis, Ibu Kirin. Kepala dusun menyambut baik kegiatan tersebut dan membantu mendatangkan narasumber-narasumber maestro untuk kelengkapan data Peta Kebinekaan Bahasa dan Sastra Kenyah di Desa Long Tesak. Kegiatan Peta Kebinekaan ini dilakukan untuk memetakan data bahasa dan sastra bahasa Kenyah di Desa Long Tesak dengan mendokumentasikan bahasa dan sastra daerah Kenyah di wilayah tersebut.
Pendokumentasian data dilakukan melalui dokumentasi video dan foto dibantu dengan instrumen kuesioner untuk melengkapi deskripsi data bahasa dan sastra. Melalui kegiatan Peta Kebinekaan bahasa Kenyah ini, diharapkan bahasa dan sastra daerah di wilayah Kalimantan Timur dapat terpetakan seluruhnya.
Pengambilan data dilaksanakan di Aula Kantor Desa Long Tesak dan di gereja di Long Tesak. Tim melakukan wawancara dengan para narasumber yang merupakan penutur jati dan menguasai bahasa Kenyah Lepoq Tau. Adapun yang menjadi narasumber data bahasa dan sastra, antara lain Bapak Henzel, Bapak Liwing Ingan,Ibu Dau Kirung, dan Ibu Aren Liman.
Data yang trekumpul berupa data bahasa data bahasa data kosakata dasar Swadesh, kosakata budaya dasar, frasa, dan kalimat sederhana, serta data sastra berupa dokumentasi data sastra lisan yang diperoleh melalui narasumber. (am)