Barong Tongkok, 5 Oktober 2026 — Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur melalui Tim Pemantauan dan Evaluasi Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) melaksanakan kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Revitalisasi Bahasa Daerah (Melayu Kutai dan Benuaq) di Kabupaten Kutai Barat pada 29 dan 30 September 2026. Pemantaun tersebut bersamaan dengan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Bahasa Melayu Kutai dan Bahasa Benuaq tingkat Kabupaten Kutai Barat yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat bertempat di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya revitalisasi, pelindungan, dan pelestarian bahasa serta sastra daerah sekaligus ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas dan kecintaan terhadap bahasa daerah. 

FTBI Kabupaten Kutai Barat diikuti oleh peserta tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan cabang lomba yang disesuaikan dengan karakteristik bahasa daerah masing-masing. Untuk bahasa Melayu Kutai, tingkat SD melombakan puisi dan tingkilan, sedangkan tingkat SMP melombakan pidato dan tarsul. Adapun bahasa Benuaq tingkat SD melombakan puisi dan mendongeng, sedangkan tingkat SMP melombakan pidato dan komedi tunggal. Khusus untuk bahasa Benuaq, peserta yang meraih pemenang I, II, dan III pada setiap kategori ditetapkan sebagai juara tingkat provinsi karena pelaksanaan lomba hanya mencakup satu kabupaten, yaitu Kabupaten Kutai Barat. Dengan demikian, para pemenang bahasa Benuaq tidak lagi mengikuti perlombaan tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Sementara itu, untuk bahasa Melayu Kutai, para pemenang masih akan mengikuti tahapan kompetisi berikutnya. Pemenang I, II, dan III pada tingkat SD dan SMP dari Kabupaten Kutai Barat akan berkompetisi bersama para pemenang I, II, dan III dari Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kutai Timur pada ajang FTBI bahasa Melayu Kutai tingkat Provinsi Kalimantan Timur. 

Kegiatan FTBI Bahasa Melayu Kutai dan Benuaq Kabupaten Kutai Barat dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat, Seriwahyuni. Pada hari terakhir, FTBI Kabupaten Kutai Barat ditutup secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat, Dr. Kamius Junaidi, S.E., M.Si., M.T. Dalam sambutannya, Kamius menyatakan bahwa pelaksanaan FTBI bukan sekadar ajang perlombaan tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan penguatan penggunaan bahasa daerah di lingkungan pendidikan. Melalui puisi, tingkilan, pidato, tarsul, mendongeng, dan komedi tunggal, peserta dapat mengekspresikan kreativitas sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan bahasa dan sastra daerah. Penyelenggaraan FTBI diharapkan dapat semakin memperkuat keberlanjutan penggunaan bahasa daerah di sekolah dan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap identitas budaya daerah serta memastikan bahasa dan sastra Benuaq dan Melayu Kutai tetap hidup, digunakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Melalui FTBI, revitalisasi bahasa daerah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan perlombaan tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk merawat bahasa, menghidupkan sastra, dan memperkuat jati diri budaya masyarakat Kalimantan Timur. (yh)