Samarinda, 27 Oktober 2022 — Pada hari Kamis, 27 Oktober 2022 Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur mengadakan Lomba Debat Tingkat Mahasiswa Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara tahun 2022. Lomba hari ini merupakan rangkaian perlombaan yang diselenggarakan Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur dalam rangka menyemarakkan Bulan Bahasa dan Sastra tahun 2022. 

Lomba diikuti oleh delapan tim yang lolos dari Tahap Seleksi yang diikuti oleh sebanyak 26 tim peserta. Tahap seleksi dilakukan dengan penilaian video argumentasi yang telah dikirimkan peserta. Delapan tim yang mengikuti Tahap Penampilan debat hari ini terdiri atas tujuh tim yang berasal dari Universitas Mulawarman, yakni tiga tim dari Fakultas Hukum, tiga tim dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan satu tim dari Fakultas Ilmu Budaya. Satu tim lagi berasal dari Universitas Mulia Balikpapan. 

Terdapat enam tema yang menjadi topik lomba debat yang dilangsungkan sejak pukul 08.00 s.d. 14.45 hari ini. Pertama, bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional. Kedua, kewajiban Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi pekerja asing. Ketiga, ragam bahasa gaul merusak bahasa Indonesia. Keempat, penggunaan bahasa asing dalam iklan, papan reklame, dan jenama (merek) usaha. Kelima, penggunaan bahasa daerah oleh pengelola media sosial, seperti pada media sosial Ragam Samarinda, Berita Terkini Samarinda, Lintas Balikpapan dan lain-lain). Keenam, maraknya ujaran kebencian di kalangan pengguna media sosial.

Lomba debat terdiri atas tiga sesi, yakni sesi argumentasi pembicara pertama, sesi debat oleh pembicara dua dan tiga, serta sesi argumentasi penutup oleh pembicara keempat. Lomba berlangsung menarik dan seru dengan adu argumen dari setiap tim pro dan kontra terkait tema yang diangkat. 

Adapun juri dalam lomba debat tersebut berasal dari staf Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Yudianti Herawati dan Aquari Mustikawati, serta dari kalangan pegiat literasi, Endry Sulistyo. Juri dalam memberikan penilaian berdasarkan empat kriteria. Kriteria pertama, kesesuaian antara argumentasi (relevansi) dan tema. Kriteria kedua, kemampuan memberikan argumentasi dengan jelas dan runtut (elaborasi). Kriteria keempat, kemampuan menyanggah dan menanggapi argumentasi lawan (respons). Kriteria kelima, kemampuan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 

Berdasarkan babak penyisihan, semifinal, dan final, berikut ini data pemenang lomba debat tersebut. 

Pemenang IAsal UniversitasNilai
Tim 8
Risma Aisyah Putri Abidah Ardelia
Muhammad Andre Putra Pratama
Nabila Febri Jayanthy Marpaung
Sri Suryanti Utami

Universitas Mulawarman/FIB
Universitas Mulawarman/FIB
Universitas Mulawarman/FIB
Universitas Mulawarman/FIB


260
Pemenang IIAsal UniversitasNilai
Tim 4
M. Gunawan W.
Mardiana
Nur Fadillah Riska
Rajiskan Situmorang

Universitas Mulawarman/Hukum
Universitas Mulawarman/Hukum
Universitas Mulawarman/Hukum
Universitas Mulawarman/Hukum


258
  Pemenang IIIAsal UniversitasNilai
Tim 5
Anastasya
Carina Salsabilla
Dewi Fatimah
Fitri Rahmawati

Universitas Mulawarman/Hukum
Universitas Mulawarman/Hukum
Universitas Mulawarman/Hukum
Universitas Mulawarman/Hukum


240
Harapan IAsal UniversitasNilai
Tim 6
Monica Febi Dea
Maratussha Lihah
Nabila Rachmadiani
Shella Indriyani 

Universitas Mulawarman/FISIP
Universitas Mulawarman/FISIP
Universitas Mulawarman/FISIP
Universitas Mulawarman/FISIP


227
Harapan IIAsal UniversitasNilai
Tim 3
Vivi Agustina
Maisun Aidah
Masyadit Aditia
Omega Christiani

Universitas Mulawarman/FISIP
Universitas Mulawarman/FISIP
Universitas Mulawarman/FISIP
Universitas Mulawarman/FISIP


213
Harapan IIIAsal UniversitasNilai
Tim 1
Ilham Nur
Yustifa Nirasanti
Muhammad Refan Pratama
Aylatifahsya Rahma Putri H.

Universitas Mulia Balikpapan
Universitas Mulia Balikpapan
Universitas Mulia Balikpapan
Universitas Mulia Balikpapan


209

Pemenang 1 s.d. harapan III berhak mendapatkan piala, sertifikat, dan uang pembinaan. Dewan juri mengapresiasi peserta karena telah menampilkan yang terbaik. Endry Sulistyo menekankan kepada peserta bahwa dalam lomba debat harus didukung oleh data dan fakta yang relevan. Yudianti Herawati menambahkan bahwa dalam mengungkapkan gagasan harus runtut dan memperhatikan bahasa yang baik dan benar. 

Menurut Ketua Panitia, Dwi Haryanto, lomba debat tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait perkembangan bahasa Indonesia saat ini. Selain itu, lomba debat diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk mengutamakan bahasa Indonesia. Satu hal yang tidak kalah penting, lomba debat tersebut secara tidak langsung mengasah kemahiran mahasiswa dalam berbicara sekaligus berpikir kritis. (ak)