Tanah Grogot, 26 Mei 2023 — Program Merdeka Belajar Episode 17 masih berlangsung, yaitu Revitalisasi Bahasa Daerah. Pada tahun ini ada empat bahasa daerah yang direvitalisasi di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, tiga adalah bahasa yang sudah direvitalisasi pada tahun 2022, yaitu bahasa Paser, Melayu Kutai, dan Kenyah ditambah satu bahasa, yaitu bahasa Bulungan di Provinsi Kalimanatan Utara.
Sehubungan dengan hal tersebut, Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Berbahasa dan Bersastra Daerah: Pelatihan Guru Utama Revitalisasi Bahasa Paser pada Selasa—Jumat, 23—26 Mei 2023. Kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah pusat melalui Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur untuk meningkatkan daya hidup bahasa daerah, dalam hal ini bahasa Paser. Kegiatan yang dilaksanakan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Paser tersebut bertujuan untuk memberikan materi bagi guru utama sebagai bekal pengajaran bahasa Paser di daerah masing-masing.
Adapun peserta yang hadir sejumlah 80 orang yang terdiri atas guru dan anggota komunitas bahasa Paser dari Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara. Kegiatan tersebut melibatkan lima narasumber bahasa Paser, yaitu Sabrun, Aji Jamil Aji Saman, Aji Luqman Panji, Suwis Santoso, serta Muhammad Saleh. Kelima narasumber menyampaikan materi Menulis dan Membaca Puisi Berbahasa Paser, Pantun Berbahasa Paser, Mendongeng Berbahasa Paser, Praktik Membuat Bahan Ajar Membaca dan Menulis Puisi Berbahasa Paser, Praktik Membuat Bahan Ajar Pantun Berbahasa Paser, Berpidato Berbahasa Paser, Menulis Cerita Pendek Berbahasa Paser, Praktik Membuat Bahan Ajar Mendongeng Berbahasa Paser, Praktik Membuat Bahan Ajar Membaca dan Menulis Puisi Berbahasa Paser, Betore, Praktik Membuat Bahan Ajar Betore, Praktik Membuat Bahan Ajar Berpidato dan Cerita Pendek Berbahasa Paser, Komedi Tunggal Berbahasa Paser, serta Praktik Membuat Bahan Ajar Komedi Tunggal Berbahasa Paser.
Surpiyani, S.E., Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser memberikan dukungannya terhadap pelaksaan Revitalisasi Bahasa Paser untuk kedua kalinya ini, setelah tahun 2022 kemarin. Beliau juga memberikan dukungan berupa upaya penerbitan karya sempuri (dongeng berbahasa Paser), betore (puisi dan lagu daerah Paser), dan selembo (pantun berbahas Paser) yang dihasilkan melalui kegiatan pelatihan ini untuk diterbitkan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser. Selain itu, beliau juga memberikan fasilitas Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat kabupaten yang akan diadakan bulan Oktober yang bertepatan dengan Bulan Bahasa. Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, H.M. Yusuf Sumako, S.H., M.Hum. dalam sambutannya juga memberi dukungan terhadap kegiatan ini. Beliau mengatakan bahwa Dinas Perpustakaan selain memfasilitasi pengunjung untuk membaca koleksinya, juga memberikan tempat bagi kegiatan pelatihan seperti kegiatan Peningkatan Kompetensi Berbahasa dan Bersastra Daerah: Pelatihan Guru Utama Revitalisasi Bahasa Paser.
Setelah kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat melakukan pengimbasan kepada guru dan siswa atau anak usia SD dan SMP di seluruh wilayah Paser. Pada akhir pelatihan, peserta membuat komitmen bersama untuk pengajaran dan pengimbasan di Kabupaten Paser. Dalam komitmen tersebut disepakati 3.500 siswa yang akan diajar bahasa Paser dan 650 guru/pelatih yang akan diimbaskan materi bahasa Paser yang ada dalam kegiatan ini. (ems/am)