Sangatta, 23 Agustus 2024 — Tim Pemantauan Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur tanggal 20–23 Agustus 2024 mengadakan kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai dan Kenyah di Kabupaten Kutai Timur. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dari Program Revitalisasi Bahasa Daerah yang menjadi bagian dari Program Merdeka Belajar Episode 17 yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek dengan tujuan untuk melestarikan bahasa daerah, termasuk bahasa Melayu Kutai dan Kenyah di Kalimantan Timur.
Kegiatan ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan revitalisasi bahasa Melayu Kutai dan Kenyah di Kabupaten Kutai Timur yang sudah dilakukan oleh guru utama dan guru pelatih. Selain itu, kegiatan ini juga melihat progres kesiapan daerah untuk berpartisipasi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu di tingkat kabupaten dan provinsi. Kegiatan pemantauan di Kabupaten Timur dilakukan pada tiga titik pantauan, yaitu SD Negeri 002 Sangatta Utara, SMP Negeri 6 Sangatta Utara, dan SMP Negeri 1 Sangatta Selatan.
Kegiatan pemantauan tersebut dihadiri oleh Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar Disdikbud Kabupaten Kutai Timur, Kepala SD Negeri 002 Sangatta Utara, Kepala SMPN 6 Sangatta Utara, dan Kepala SMPN 1 Sangatta Selatan, serta guru utama. Mereka menyambut baik kedatangan Tim Pemantauan dari Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam sambutannya, Bapak Imron selaku perwakilan dari Disdikbud Kabupaten Kutai Timur sangat senang dan mendukung kegiatan revitalisasi bahasa daerah selama ini. Pihak Disdikbud sudah berupaya menyinergikan kegiatan revitalisasi bahasa daerah melalui muatan lokal di Kabupaten Kutai Timur dan berupaya untuk memfasilitasi program tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Tim Pemantauan juga menyaksikan beberapa penampilan siswa pilihan dalam berbahasa Melayu Kutai dan Kenyah, seperti puisi, dongeng, pidato, komedi tunggal, dan tembang daerah. Hasil Pemantauan di Kabupaten Kutai Timur memperlihatkan bahwa pengimbasan sudah dilakukan oleh guru utama dengan baik, pelatihan serta pembelajaran bahasa daerah kepada siswa juga sudah mulai dilakukan.
Saat ini guru pelatih sedang mempersiapkan seleksi siswa berbakat dalam bahasa daerah di tingkat sekolah agar nanti siap untuk mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu tahun 2024. (nm)