16 Januari 2020 — Kantor Bahasa Kalimantan Timur menerima anjangsana Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Timur pada Rabu, 15 Januari 2020, di Ruang Pertemuan 3, Kantor Bahasa, Samarinda. Pada kesempatan tersebut, Kantor Bahasa memperkenalkan profil organisasi dan memberikan paparan singkat berkaitan dengan tugas dan fungsi Kantor Bahasa di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Paparan tersebut disampaikan oleh Anang Santosa, Yudianti Herawati, Nur Bety, dan Erwin Darma.

Pertemuan yang digelar sejak pukul 10.30 tersebut diawali dengan perkenalan peserta kunjungan oleh Ketua HIMAHI dan harapan agar peserta mendapat informasi terkini terkait perkembangan bahasa dan sastra yang telah dilaksanakan oleh Kantor Bahasa. Anang Santosa dalam sambutan dan paparannya tentang profil Kantor Bahasa mengungkapkan bahwa mahasiswa Hubungan Internasional yang hadir perlu turut memperhatikan situasi kebahasaan yang tampak dan terasa dalam lingkungan sekitar mereka. Mahasiswa pun diajak untuk berpartisipasi dalam memartabatkan bahasa Indonesia di tengah banyaknya cobaan terhadap bahasa persatuan. Anang berpesan agar generasi milenial harus bangga berbahasa Indonesia dan menguasi bahasa asing yang diperlukan.

Mengenal sejarah daerah melalui sastra lisan turut menjadi bahan diskusi Yudianti Herawati. Yudianti menyampaikan tutur sastra terkait dengan kisah Kerajaan Kutai yang pernah berkuasa di Kalimantan Timur. Mahasiswa merasa senang dan mengetahui adanya versi lain dalam kisah tutur yang disampaikan oleh Yudianti. Selain itu, bahasan pengembangan bahan yang telah dihasilkan oleh Kantor Bahasa ditambahkan Anang ketika menjawab pertanyaan mahasiswa. Pada akhir paparannya, Yudianti juga memperkenalkan jurnal terbitan Kantor Bahasa kepada mahasiswa yang hadir.
Informasi aktivitas pembinaan penutur bahasa Indonesia di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara diutarakan oleh Nur Bety. Bety mengungkapkan aktivitas pembinaan yang beragam telah dan terus dilakukan oleh Kantor Bahasa. Pembinaan dapat melalui penyuluhan bahasa, bengkel sastra, pelatihan penulisan karya ilmiah, lomba kebahasaan dan kesastraan, pengawasan dan pengendalian bahasa Negara, serta penghargaan bahasa. Dalam keterangannya, Bety mengungkapkan adanya produk pengujian kemahiran berbahasa Indonesia terstandar yang dibuat oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebagai penutup, Bety menceritakan pengalamannya mengajar bahasa Indonesia di luar negara dan memotivasi mahasiswa agar turut menginternasionalisasi bahasa Indonesia serta mengajak mahasiswa agar mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia.
Pada akhir sesi, Erwin Darma menginformasikan kepada mahasiswa HI yang hadir mengenai satu fungsi penerjemahan yang ada di Kantor Bahasa. Erwin mengemukakan relasi dan titik pertemuan yang sama antara bidang ilmu penerjemahan dan bidang ilmu yang telah dipelajari oleh mahasiswa HI. Pada sesi diskusi, Erwin juga menyinggung pentingnya pemilihan kata yang tepat dalam penerjemahan dan diplomasi serta bersikap positif dan bangga menggunakan bahasa Indonesia.

Anjangsana Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur tersebut diikuti oleh 8 orang pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional. Pada bagian penutup kegiatan, Adrian, selaku Ketua HIMAHI, mengaku senang menerima banyak informasi dan berterima kasih dapat diterima beranjangsana ke Kantor Bahasa serta berharap diskusi yang telah terlaksana tersebut dapat ditindaklanjuti dengan melakukan kerja sama. (med)