Barong Tongkok, 28 April 2026 — Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur melalui Tim Kerja Pelindungan Bahasa dan Sastra menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Guru Utama: Peningkatan Kemahiran Bahasa dan Sastra Daerah (Benuaq) di Kabupaten Kutai Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 28 dan 29 April 2026, bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat. Kegiatan Bimbingan Teknis Guru Utama: Peningkatan Kemahiran Bahasa dan Sastra Daerah (Benuaq) ini dihadiri oleh 70 peserta dari guru SD berpenutur Benuaq, guru SMP berpenutur Benuaq, dan pegiat bahasa Benuaq di wilayah Kabupaten Kutai Barat.
Kegiatan Bimbingan Teknis Guru Utama: Peningkatan Kemahiran Bahasa dan Sastra Daerah (Benuaq) dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat, Dr. Kamius Junaedi, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat menyambut baik kegiatan Bimbingan Teknis Guru Utama ini dan akan terus bersinergi dan bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur dalam menyukseskan program Revitalisasi Bahasa Daerah (Benuaq). Kamius juga menyampaikan bahwa upaya pelestarian bahasa daerah di Kabupaten Kutai Barat ini merupakan tugas bersama dan sangat penting dilakukan untuk menjaga budaya dan warisan leluhur agar tidak tergerus dan hilang begitu saja, khususnya pada generasi muda.
Narasumber pada kegiatan ini, yaitu Yudianti Herawati, Emanuel, Yamin, dan Benedikus. Materi yang disampaikan narasumber pada kegiatan ini adalah Kebijakan dan Pentingnya Revitalisasi Bahasa Daerah, Puisi Berbahasa Benuaq, Pidato Berbahasa Benuaq, Cerpen Berbahasa Benuaq, Dongeng Berbahasa Benuaq, Tembang Daerah Berbahasa Benuaq, dan Komedi Tunggal Berbahasa Benuaq.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru utama dalam berbahasa dan bersastra Benuaq sehingga nanti mampu mengimbaskan kepada teman sejawat. Selanjutnya, teman sejawat yang sudah terimbas dapat mengajarkan dan melatih generasi muda, khususnya usia SD dan SMP dalam berbahasa Benuaq dengan berbagai wahana yang menarik sehingga program Revitalisasi Bahasa Daerah (bahasa Benuaq) dapat berjalan dengan baik sesuai rencana. Diharapkan ke depannya tunas-tunas bahasa ibu (bahasa Benuaq) memiliki kompetensi dan mampu berkompetesi dalam berbahasa daerah, seperti ajang Festival Tunas Bahasa Ibu. (nm)