Pada hari pertama, narasumber Rusnawati, S.Pd.S.D. menyampaikan materi tentang Mendongeng Berbahasa Paser, Pengajaran Mendongeng Berbahasa Paser, Praktik Menulis Dongeng Berbahasa Paser, serta Praktik Mengajar Dongeng Berbahasa Paser. Di akhir sesi, peserta menyaksikan praktik baik mendongeng yang ditampilkan langsung oleh narasumber dengan memakai kostum lengkap dengan latar narasi audio.

Pada hari kedua, peserta mendapat materi Puisi Berbahasa Paser, Pengajaran Puisi Berbahasa Paser, Praktik Menulis Puisi Berbahasa Paser, serta Praktik Mengajar Puisi Berbahasa Paser dari narasumber Aji Jamil di awal kegiatan. Para peserta dengan antusias membacakan puisi berbahasa Paser yang dibuat selama materi diberikan. Pada sesi kedua, peserta dibagi dalam beberapa kelompok kerja, yaitu tingkat SD dan SMP guna membuat bahan ajar puisi dan mendongeng. Ketua kelompok ditunjuk untuk mempermudah kerja kelompok. Tenggat waktu pelaksanaan diseminasi pelatihan guru utama di daerah ditentukan bersama, seperti jadwal pertemuan dengan sasaran latih, praktik mendongeng/puisi/pidato, penentuan pemenang, serta laporan kegiatan.

Pada hari ketiga, narasumber Aji Lukman Panji menyampaikan materi Pidato Berbahasa Paser, Pengajaran Pidato Berbahasa Paser, Praktik Menulis Pidato Berbahasa Paser, serta Praktik Mengajar Pidato Berbahasa Paser.

Pada hari terakhir, peserta masuk dalam sesi praktik membuat bahan ajar mendongeng, puisi, serta pidato berbahasa Paser.   

Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari tersebut ditutup secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser, M. Yunus Syam, S.Pd., M.Si. Bapak M. Yunus Syam, S.Pd., M.Si. yakin bahwa dengan adanya kegiatan RBD, bahasa paser tidak akan punah. Beliau mengungkapkan kebahagiannya melihat 100 peserta yang hadir dan aktif dalam kegiatan serta mendukung pengajaran bahasa Paser bagi anak-anak di Kabupaten Paser. Kegiatan RBD untuk Tunas Bahasa Ibu (Bahasa Paser) diperkirakan akan melibatkan sekitar 3000 siswa usia SD dan SMP serta 100 guru master (guru, pegiat, kepala sekolah, dan pengawas).

Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Paser, M. Yunus Syam, S.Pd., M.Si. mengucapkan rasa terima kasih kepada Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur  (KBPKT) atas pelaksanaan RBD yang memicu dan menyadarkan pentingnya penyusunan kurikulum bahasa Paser. Sebelum kurikulum resmi terbentuk, beliau menyambut baik saran Kepala KBPKT untuk memasukkan bahasa Paser dalam kegiatan upacara bendera di sekolah. Pembina upacara dan pewara dapat menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Paser. Untuk selanjutnya, hal tersebut akan dilakukan juga dalam upacara-upacara di tingkat kabupaten. “Kita bisa ‘meracuni’ orang-orang yang bukan berasal dari suku Paser agar setiap hari mendengar bahasa Paser hingga akhirnya menjadi terbiasa dengan bahasa Paser,” sambungnya. “Khusus bagi sekolah yang memiliki guru bersuku Paser dan sanggup mengajarkan bahasa Paser, sebaiknya sekolah mengajarkan bahasa Paser di sekolah. Akan tetapi, tidak semua sekolah memiliki guru penutur jati bahasa Paser. Sebagai solusi, pengajaran bahasa Paser dapat dilakukan melalui kebudayaan dan pariwisata yang ada di Kabupaten Paser,” tambahnya. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser juga mengapresiasi terbentuknya Forum Pembinaan Bahasa Paser dalam kegiatan Pelatihan Guru Utama RBD untuk Tunas Bahasa Ibu (Bahasa Paser). Forum tersebut nantinya akan dilibatkan dalam penyusunan muatan lokal bahasa Paser. (ems)