Pelatihan Guru Utama Revitalisasi Bahasa Kutai telah berlangsung selam 4 hari, 25—28 Juli 2022, di Hotel Grand Fatma, Tenggarong. Peserta yang terdiri atas 40 guru SD, 40 guru SMP, dan 10 pegiat bahasa Kutai di Kabupaten Kutai Kertanegara dan 10 guru dari Kabupaten Kutai Barat tersebut mengikuti kegiatan secara aktif. Para peserta sebanyak 101 tersebut menyusun rencana jadwal kegiatan untuk menyukseskan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kabupaten dan provinsi dan membuat model pelindungan bahasa Kutai yang akan diajarkan melalui model formal di sekolah atau model informal dalam keluarga/komunitas. 

Rencana pelaksanaan FTBI tingkat kabupaten dilaksanakan pada bulan oktober bertepatan Bulan Bahasa. Para peserta merencanakan akan mengadakan beberapa lomba, seperti pembacaan puisi bahasa Kutai, mendongeng/protak berbahasa Kutai, pidato berbahasa Kutai, Tarsul, dan sebagainya yang dilakukan di sekolah masing-masing pada bulan Agustus. Peserta lomba puisi, mendongeng, dan pidato terbaik akan mengikuti pemilihan kembali di tingkat kabupaten pada bulan Oktober. Selanjutnya, peserta terbaik tingkat kabupaten akan mengikuti FTBI tingkat provinsi yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur pada bulan November. 

Selain itu, model pelindungan bahasa Kutai dibuat oleh peserta yang disesuaikan dengan karakteristik pengajaran formal di sekolah. Secara praktis, Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur mengusulkan kepada peserta model pelindungan bahasa Kutai dapat dimulai dengan pembiasaan saat upacara bendera, penyampaian amanat upacara, dan sebagainya. Dalam komunitas/keluarga, model pelindungan bahasa Kutai dapat dilakukan melalui penggunaan bahasa kutai dalam komunikasi sehari-hari orang tua dan anak-anaknya. Para pegiat dapat membantu para guru di sekolah untuk memberikan pengajaran di sekolah. 

Pada akhir kegiatan, para peserta membentuk forum untuk memperkuat dan mendorong hasil pelatihan agar dapat diimplementasikan secara luas. Peserta menamakan forum tersebut Keroan Bena Basa Kutai yang bermakna Komunitas Peduli Bahasa Kutai. 

Kegiatan Pelatihan Guru Utama Revitalisasi Bahasa Kutai ditutup secara resmi oleh Mulyadi, Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kertanegara dengan membacakan sambutan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kertanegara. Secara tertulis, Kepala Dinas sangat mengapresiasi penyelenggaran pelatihan tersebut dan mendukung serta akan memberikan penguatan agar program revitalisasi bahasa Kutai berhasil. Kepala Dinas  menambahkan agar peserta (1) memahami konsep revitalisasi ini secara benar, yaitu kesemestaan (pelibatan), (2) memberikan ruang kreativitas untuk siswa, (3) memberikan pembelajaran yang dinamis/adaptif. “Saya juga mengingatkan agar seluruh tokoh dan pemangku kebijakan dapat berkolaborasi dengan baik dalam penerapan praktik revitalisasi bahasa daerah’ tegas Kepala Dinas. (med)