Samarinda, 28 November 2022 — Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur pada hari Kamis dan Jumat, 24 dan 25 November 2022 bertempat di Atrium Mal Samarinda Central Plaza. Kegiatan tersebut merupakan perayaan dan puncak dari rangkaian kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah yang sudah dimulai sejak bulan Juni 2022.

Peserta merupakan siswa SD dan SMP yang berasal dari Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Paser, dan Penajam Paser Utara dengan jumlah 84 orang yang didampingi oleh 14 orang pendamping. Festival ini menghadirkan sembilan juri, setiap bahasa terdiri atas tiga juri. Adapun jumlah penonton pada hari pertama dan kedua sekitar 510 orang.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa, Dr. Iwa Lukmana, M.A. dan dibuka oleh Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Timur, Ismid Rizal, S.E., M.Si. yang membacakan sambutan dari Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur.

Hari pertama menampilkan baca puisi siswa SMP berbahasa Paser dan dongeng siswa SD berbahasa Paser. Kemudian, dilanjutkan penampilan baca puisi siswa SD berbahasa Melayu Kutai dan pidato siswa SMP berbahasa Melayu Kutai. Penampilan terakhir di hari pertama adalah baca puisi jenjang SMP berbahasa Kenyah dan dongeng jenjang SD berbahasa Kenyah.

Hari kedua menampilkan baca puisi jenjang SD berbahasa Kenyah dan pidato jenjang SMP berbahasa Kenyah. Kemudian, dilanjutkan baca puisi siswa SD berbahasa Paser dan pidato siswa SMP berbahasa Paser. Penampilan terakhir di hari kedua adalah dongeng siswa SD berbahasa Melayu Kutai dan baca puisi lama (tarsul) siswa SMP berbahasa Melayu Kutai.

Kegiatan diakhiri dengan pengumuman pemenang dan pembagian penghargaan dilanjutkan dengan penutupan secara resmi oleh Kepala Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa (Kapustanda), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek, Dr. Iwa Lukmana, M.A. Kapustanda berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan lagi kecintaan generasi muda untuk terus menggunakan dan melestarikan bahasa daerahnya.

Haru guru pendamping dan orang tua turut mengiringi kemenangan para peserta dalam festival kali ini.

Terima kasih guru pendamping, terima kasih adik-adik, terima kasih semuanya.

Mari terus lestarikan bahasa daerah. (nm)