21 Agustus 2021 — Meskipun masih dalam suasana pandemi Ikatan Duta Bahasa Kaltim Kaltara masih bersemangat melaksanakan kridanya. Kali ini, pada Sabtu, 21 Agustus 2021, IKA Dubas Kaltim dan Kaltara bekerja sama dengan Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan bertajuk ABDI BAHASA KALTIM DAN KALTARA. Kegiatan yang mengusung tema “Literasi Sejak Dini di Era Pandemi” ini menghadirkan para Reksa Bahasa dan Duta Bahasa sebagai narasumber. Adapun peserta kegiatan berasal dari berbagai komunitas literasi di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Dalam sambutan pada pembukaan acara, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Drs. Anang Santosa, M.Hum. mengemukakan bahwa perubahan paradigma literasi haruslah dipahami oleh segenap pihak yang terlibat dalam praktik-praktik literasi baik dalam ranah budaya, sosial, maupun politik sekalipun.

Dalam paradigma baru literasi, proses-proses pemahaman, pelibatan, pemanfaatan, penganalisisan, serta pentransformasian teks yang ada, harus bermuara pada kemampuan dan kompetensi praktis masyarakat, sehingga tidak hanya berhenti pada aktivitas membaca dan menulis.

Reksa Bahasa dan Duta Bahasa merupakan generasi muda pilihan, sekaligus mitra aktif Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur dalam hal pemasyarakatan penggunaan bahasa dan sastra baik itu Indonesia maupun daerah serta sosialisasi kegiatan-kegiatan yang terkait dengan itu.

Kegiatan ini mendapat sambutan dan antusiasme para peserta yang terdiri atas para pegiat dan praktisi literasi yang tergabung dalam berbagai komunitas literasi. Keempat narasumber–Ling Chen Ni, M. Nurcholis Azhari, Regina Lilita Bulan, dan Krisna Irma Suryani–yang dipandu oleh Irsalinda Wesa Nurrahim terlibat dalam dialog yang menarik, saling mengisi dan berbagi dengan pelaku dan pegiat literasi di daerah.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur mengharapkan kegiatan ini menghasilkan masukan yang dapat dipakai sebagai pedoman penyusunan kegiatan sejenis pada masa yang akan datang, sehingga keberlanjutan program ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan literasi di wilayah Kaltim dan Kaltara.