Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur mengadakan Diseminasi Konservasi Bahasa Bahau di Desa Budaya Sungai Bawang, Muara Badak, Kutai Kartanegara pada tanggal 26 dan 27 Oktober 2021. Kegiatan tersebut diadakan untuk menyebarluaskan informasi kepada penutur bahasa Bahau mengenai hasil kajian konservasi yang meliputi kajian fonologi, morfologi, dan sintaksis. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pengecekan kembali hasil konservasi kepada penutur jati supaya lebih valid.
Menurut data dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (2018), saat ini ada 718 bahasa daerah, seperti bahasa Batak, bahasa Sunda, bahasa Jawa, bahasa Benuaq, bahasa Bugis, bahasa Melayu Kutai, bahasa Kenyah, dan banyak lagi. Bahasa Bahau adalah salah satu bahasa daerah di antara sekian banyak bahasa daerah di Indonesia.
Bahasa Bahau merupakan salah satu bahasa daerah yang digunakan dalam berkomunikasi atau berinteraksi di Kabupaten Mahakam Ulu dan Kabupaten Kutai Barat selain bahasa Benuaq, bahasa Tunjung, dan bahasa Melayu Kutai. Tentunya semua aktivitas suku Bahau selalu dilengkapi dengan bahasa. Bahasa pertama yang digunakan dalam melakukan komunikasi atau interaksi dengan masyarakat lainnya adalah bahasa ibu atau disebut dengan bahasa daerah.
Sebagai bahasa daerah, bahasa Bahau berfungsi: (a) sebagai pendukung perkembangan kebudayaan Bahau; (b) sebagai lambang identitas masyarakat Bahau yang merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia; dan (c) sebagai alat perhubungan dalam keluarga dan masyarakat Bahau dalam berkomunikasi lisan.
Bahasa Bahau dikhawatirkan lama-kelamaan akan mengalami kepunahan. Hal ini didasari fakta penggunaan bahasa daerah telah mengalami percampuran dengan bahasa lain. Selain itu, bahasa Bahau jarang digunakan untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Generasi muda mulai jarang menggunakan bahasa Bahau sehingga jumlah penutur bahasa Bahau mulai berkurang. Oleh karena itu, Diseminasi Konservasi Bahasa Bahau di Desa Budaya Sungai Bawang, Muara Badak, Kutai Kartanegara diharapkan menjadi bagian upaya untuk melestarikan bahasa Bahau. Kelestarian bahasa Bahau sekaligus melestarikan budaya masyarakat Bahau agar tetap terjaga baik dan dapat berkembang.