Kehilangan suatu bahasa berarti kehilangan budaya masyarakat penuturnya. Berbagai upaya pelestarian bahasa-bahasa daerah tersebut terus dilakukan, salah satunya adalah dengan mendokumentasikannya dalam bentuk buku yang berisi kekayaan budaya dan tradisi suku di daerah. Terdapat banyak buku yang menuliskan budaya dan tradisi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam bahasa Indonesia. Sebaliknya, sedikit karya yang menggunakan bahasa daerah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Hal itu juga dikuatkan berdasarkan data dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kalimantan Timur yang mengungkapkan bahwa koleksi buku bacaan berbahasa daerah sangatlah sedikit. Lebih memprihatinkan lagi, hampir tidak ada karya sastra yang menuliskan kekayaan budaya dan tradisi kearifan lokal di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam bahasa daerah.
Salah satu upaya yang dilakukan Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur adalah dengan mengadakan kegiatan “Penulisan Kata dan Karya Cerita Bahasa Daerah di Kabupaten Kutai Timur” pada tangal 23 November 2021. Narasumber pada kegiatan tersebut adalah M. Erwin Darma, Evi Melila Sari, dan Suindah Sari. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaring cerita dwibahasa dan menginventarisasi kosakata tentang budaya dan tradisi kearifan lokal yang ada di daerah di Kutai Timur. Cerita-cerita tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu bentuk dokumentasi bahasa dan sastra daerah. Selain itu, melalui cerita rakyat dwibahasa tersebut, anak-anak sebagai generasi penerus diharapkan dapat memelajari bahasa dan juga budaya daerah yang terkandung di dalamnya serta dapat lebih mencintai budaya daerah. Cerita yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat juga dinikmati oleh pembaca dari penutur bahasa daerah lain sehingga dapat memerkaya cakrawala budaya dan kearifan lokal dari Kutai Timur.
Selanjutnya, kegiatan inventarisasi kosakata merupakan kegiatan pengumpulan data kosakata yang berpotensi memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan daya ungkap bahasa Indonesia melalui pengusulan kosakata daerah ke KBBI. Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan sejak 2015 dengan jumlah kosakata yang diusulkan lebih dari 4.000 yang berasal dari bahasa Melayu Kutai, Benuaq, Paser, Kenyah, Tunjung, Bahau, Wehea/Modang, dan Bajau Pondong.
Kegiatan inventarisasi kosakata perlu untuk terus dilakukan karena sebab-sebab berikut. 1) Ciri bahasa yang hidup adalah terus dipakai dan mengalami perkembangan. 2) Pengayaan kosakata bahasa Indonesia, terutama dalam dua dasawarsa terakhir, dalam berbagai bidang didominasi oleh sumber bahasa asing. 3) Lema bahasa Indonesia masih sedikit dibandingkan bahasa lain, misalnya bahasa Inggris. 4) Kosakata bahasa daerah memiliki ungkapan yang berisi nilai-nilai kearifan lokal yang biasanya hanya dapat dijumpai dalam bahasa tertentu.
Kosakata dari bahasa daerah dapat diusulkan ke KBBI dengan memperhatikan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan. Kaidah tersebut adalah kosakata memiliki konsep unik yang belum dimiliki oleh bahasa Indonesia, memiliki frekuensi penggunaan tinggi, sesuai pedoman ejaan bahasa Indonesia, bunyinya lazim seperti tata bunyi bahasa Indonesia, dan tidak berkonotasi negatif. Kosakata yang sesuai kaidah-kaidah tersebut dapat diperoleh baik melalui pengumpulan data di lapangan dari narasumber terpercaya, sumber tertulis (kamus, hasil penelitian, karya sastra dsb), penyusunan kamus bahasa daerah/kamus istilah budaya, maupun melalui pengumpulan data bahasa daerah dari laman, blog, dsb.
Masyarakat umum dapat turut serta untuk melalukan kegiatan inventarisasi dan pengusulan kosakata daerah ke KBBI. Masyarakat hanya perlu untuk memiliki akun dengan mendaftar di laman https://kbbi.kemdikbud.go.id/Account/Register menggunakan pos-el yang masih aktif. Melalui kegiatan Penulisan Kata dan Karya Cerita Bahasa Daerah di Kutai Timur yang dilaksanakan pada 23 November 2021 di Hotel Royal Victoria, Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur ingin mengajak masyarakat khususnya masyarakat di Kutai Timur untuk ikut berpartisipasi aktif dalam meningkatkan daya ungkap bahasa Indonesia melalui kegiatan pengusulan kosakata daerah yang memenuhi syarat untuk masuk ke KBBI. (ems/ss)