Balikpapan, 10 Februari 2025 — Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur menjadi salah satu narasumber Lokakarya Penulisan Cerita Rakyat dengan tema “Menghidupkan Warisan Budaya Lewat Kisah” yang digelar oleh Bidang Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur di Hotel Grand Tjokro Balikpapan, 5—7 Februari 2025. Acara yang menghadirkan narasumber ahli di bidang sastra dan budaya ini dimaksudkan untuk memberikan tambahan wawasan tentang cerita rakyat serta teknik penulisan cerita rakyat yang menarik dan berbobot.

Materi yang diberikan kepada peserta adalah “Prinsip-Prinsip Penulisan Cerita Rakyat” oleh Aminudin Rifai (Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur), “Penguatan Bahasa Prosa” oleh Syafruddin Pernyata (Sastrawan Kaltim), “Penelusuran Sumber/Narasumber Cerita Rakyat” oleh Siswandi (Jaring Penulis Kaltim), dan “Membuat Alur Cerita yang Menarik” oleh Indah Prihatiningsih (Forum Lingkar Pena Kaltim). Setelah itu, sesi pelatihan ditutup dengan “Refleksi Akhir” oleh Aminudin Rifai. 

Secara umum, penyampaian materi diarahkan agar para peserta mampu mencari materi cerita rakyat dan mengolah ulang dalam penulisan dengan mengadaptasi cerita rakyat agar tetap relevan dengan pembaca masa kini tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Para peserta yang terdiri atas guru, pelajar, mahasiswa, dan pegiat komunitas penulis dari Samarinda, Balikpapan, PPU, Bontang, dan Kutai Kartanegara juga mendapat tantangan dari Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur untuk langsung melakukan praktik menulis cerita rakyat. Penulis cerita rakyat terbaik dari hasil kegiatan workshop penyulisan cerita rakyat tahun 2025 jatuh pada siswa SMKN-2 Samarinda atas nama Leend Faggen Janerius dengan judul karya “Telang Bala”. (ar)