Sangatta Utara, 27 September 2025 — Tim Pemantauan dan Evaluasi RBD Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur pada 25 dan 26 September 2025 melakukan kegiatan Pemantauan dan  Evaluasi Revitalisasi Bahasa Daerah (bahasa Melayu Kutai) di Sangatta Utara, Kutai Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai di Sangatta Utara oleh guru utama dan guru pelatih. Selain itu, kegiatan ini juga melihat partisipasi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu. Kegiatan pemantauan tersebut dilakukan di SD Negeri 001 Sangatta Utara, SMP Negeri 1 Sangatta Utara, dan SD Negeri 009 Sangatta Utara.  

Pemantauan  di SD Negeri 001 Sangatta Utara dihadiri oleh Kepala SD Negeri 001 Sangatta Utara, guru utama, dan guru pelatih (muatan lokal), serta 42 orang siswa SD Negeri 001 Sangatta Utara. Pada pemantauan di SD Negeri 001 Sangatta Utara, Kepala SD Negeri 001 Sangatta Utara, Tri Agustin Kusumaningrum, S.Pd., M.Pd,, menyambut baik kegiatan tersebut.  Kepala SD Negeri 001 Sangatta Utara menyampaikan bahwa pengimbasan Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai dilaksanakan melalui muatan lokal bahasa Melayu Kutai. Pembelajaran dilaksanakan di kelas I sampai dengan VI. Untuk kelas I, II, IV, dan V sudah memiliki buku muatan lokal yang digunakan. Sementara itu, untuk kelas III dan VI sudah memiliki materi muatan lokal tetapi masih menunggu proses uji keterbacaan. Selain buku muatan lokal bahasa Melayu Kutai, buku Kamus Pelajar Bahasa Kutai terbitan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur juga menjadi referensi guru dalam pembelajaran tersebut. Pengajaran bahasa Melayu Kutai tersebut diajarkan oleh wali kelas di tiap-tiap kombel. 

Kepala SD Negeri 001 Sangatta Utara menyampaikan bahwa kendala dalam pembelajaran bahasa Melayu Kutai yaitu banyak guru yang bukan penutur bahasa Kutai, hanya terdapat beberapa guru yang merupakan penutur asli Kutai. Untuk mengatasi hal tersebut, semua guru saling bekerja sama untuk menyukseskan pembelajaran bahasa Melayu Kutai. Guru utama dan guru-guru lain yang berpenutur bahasa Melayu Kutai membagikan pengetahuan bahasa Melayu Kutai kepada guru-guru lainnya yang bukan penutur bahasa Kutai sehingga muatan lokal bahasa Melayu Kutai dapat diajarkan di semua kelas. Sementara itu, guru utama, Nur Halimah, S.Pd., menyampaikan bahwa pengimbasan Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai telah dilaksanakan kepada guru-guru SD Negeri 001 Sangatta Utara pada kegiatan sosialisasi di bulan Juli 2025.  Siswa SD Negeri 001 juga berkesempatan berpartisipasi dalam kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (bahasa Melayu Kutai) tingkat kecamatan Sangatta Utara. Tim juga berkesempatan menyaksikan penampilan siswa SD Negeri 001 Sangatta Utara, yaitu puisi bahasa Melayu Kutai dan lagu tingkilan

Selanjutnya,  Tim Pemantauan mengunjungi SMP Negeri 1 Sangatta Utara. Tim diterima oleh Wakil Kepala SMP Negeri 1 Sangatta Utara (Nur Aini, M.Pd.), guru utama (Yuliana Palinggi, S.Pd.), guru pelatih, serta dihadiri 42 siswa SMP Negeri 1 Sangatta Utara. Wakil Kepala SMP Negeri 1 Sangatta Utara menyambut baik kegiatan Pemantauan Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai yang dilakukan di SMP Negeri 1 Sangatta Utara. Melalui pengenalan bahasa daerah, khususnya bahasa Melayu Kutai, para siswa dapat menjaga budaya lokalnya. Situasi yang  multikultural  pada siswa SMP negeri 1 Sangatta Utara merupakan tantangan tersendiri tetapi dengan semangat yang tinggi, para siswa dapat mulai mengenal bahasa Melayu Kutai yang merupakan salah satu identitas masyarakat setempat. Para siswa yang mempunyai potensi dalam bahasa Melayu Kutai akan terus dikembangkan melalui keikutsertaan dalam lomba-lomba. “Menjadi pemenang dalam lomba adalah sebuah bonus, yang lebih penting para siswa dapat mempunyai pengalaman dalam berbahasa daerah.” pesan Nur Aini.

Sementara itu, guru utama SMP Negeri 1  Sangatta Utara, Yuliana Palinggi, S.Pd., menyampaikan bahwa pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah (bahasa Melayu Kutai) telah dilakukan kepada guru-guru SMP Negeri 1 Sangatta Utara. Kendala dalam pembelajaran bahasa Melayu Kutai kepada para siswa adalah belum adanya guru yang berpenutur bahasa Melayu Kutai di SMP Negeri 1, baru pada dua bulan terakhir terdapat guru berpenutur asli Kutai. Namun, pengimbasan Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai kepada para siswa tetap dilaksanakan melalui pemutaran lagu bahasa Melayu Kutai pada pagi hari. Pesta Karya yang bertema kearifan lokal Kutai juga akan dilaksanakan pada antara bulan November—Desember mendatang. Kesenian-kesenian Kutai seperti tarsul, lagu tingkilan, serta tari-tarian akan dipertunjukkan oleh para siswa pada acara tersebut. Untuk mempersiapkan kegiatan tersebut, para siswa aktif melakukan latihan. Siswa SMP Negeri 1 Sangatta Utara juga aktif mengikuti kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Kutai Timur. Salah satu siswa SMP Negeri 1 Sangatta Utara terpilih untuk mewakili Kabupaten Kutai Timur dalam lomba pidato bahasa Melayu Kutai pada Festival Tunas Bahasa Ibu (bahasa Melayu Kutai) di  tingkat provinsi. Tim berkesempatan menyaksikan penampilan siswa SMP Negeri 1 Sangatta Utara, yaitu puisi bahasa Melayu Kutai, tarsul, mendongeng bahasa Melayu Kutai, dan pidato bahasa Melayu Kutai.

Selanjutnya tim pemantauan  mengunjungi SD Negeri 009 Sangatta Utara. Tim diterima oleh Wakil Kepala SD Negeri 009 Sangatta Utara (Uminah, M.Pd.), guru utama (Nisma Mawardah, S.Pd.), serta 200 siswa SD Negeri 009 Sangatta Utara. Wakil Kepala SD Negeri 009 Sangatta Utara menyampaikan bahwa bahasa daerah, khususnya bahasa Melayu Kutai harus dipelajari oleh para siswa karena bahasa daerah merupakan salah satu budaya masyarakat setempat yang harus dilestarikan keberadaannya. Wakil Kepala SD Negeri 009 Sangatta Utara menyampaikan bahwa pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah dilaksanakan melalui pelaksanaan muatan lokal bahasa Melayu Kutai di kelas I—VI. Pengenalan bahasa Melayu Kutai juga disampaikan terintegrasi dalam pelajaran pramuka. Pengenalan bahasa Melayu Kutai yang terintegrasi dalam pelajaran pramuka dilakukan melalui video percakapan bahasa Melayu Kutai guru utama yang diputarkan pada pelajaran pramuka. Selain itu, praktik bahasa Melayu Kutai juga dilakukan melalui pembiasaan doa para siswa SD Negeri 009 Sangatta Utara pada setiap pagi hari sebelum pelajaran dimulai.  Meskipun siswa heterogen sukunya dengan dukungan guru dan semua elemen sekolah, mereka tetap bersemangat untuk mempelajari bahasa Melayu  Kutai.

Sementara itu, guru utama SD Negeri 009 Sangatta Utara, Nisma Mawardah, S,Pd.,  menyampaikan bahwa pengimbasan kepada guru-guru di SD Negeri 009 Sangatta Utara juga telah dilakukan. Para siswa SD Negeri 009 Sangatta Utara aktif berpartisipasi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (bahasa Melayu Kutai), baik pada tingkat kecamatan maupun kabupaten. Pada tahun 2023, siswa SD Negeri 009 Sangatta Utara mewakili Kabupaten Kutai Timur dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (bahasa Melayu Kutai) di tingkat Provinsi Kalimantan Timur dengan kategori puisi Melayu Kutai. Guru utama juga bermitra dan menjadi bagian dari komunitas Kutai, yaitu Selera Kutai tingkat Kecamatan Sangatta Utara dan Komunitas Sempekat Keroanan tingkat Kabupaten Kutai Timur. Dengan kemitraan tersebut, guru utama dapat menjangkau untuk mengajarkan bahasa Melayu Kutai kepada guru dan siswa dalam lingkup yang lebih luas. Tim juga berkesempatan menyaksikan penampilan para siswa SD Negeri 009 Sangatta Utara, yaitu puisi Melayu Kutai, pidato Melayu Kutai, lagu tingkilan, dan becarangan (percakapan) dengan tema “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” dalam bahasa Melayu Kutai.

Kegiatan Pemantauan Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai di Sangatta Utara menunjukkan bahwa pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah (Melayu Kutai) kepada guru dan siswa telah dilakukan dengan baik. Terdapat  kendala dalam pengajaran Melayu Kutai, yaitu guru-guru di sekolah masih terbatas yang berpenutur asli bahasa Melayu Kutai dan siswa yang berasal dari berbagai suku. Namun, dengan sinergi semua elemen di sekolah, para guru tetap dapat mengimbaskan bahasa Melayu Kutai melalui muatan lokal maupun bentuk lain, seperti pemutaran lagu bahasa Kutai dan kegiatan-kegiatan yang bertema kearifan lokal Kutai. Tim juga melakukan evaluasi terhadap penampilan para siswa. Beberapa siswa perlu ditingkatkan dalam hal ekspresi, penghayatan, komunikasi dengan penonton, dan gesture dalam membawakan wahana bahasa Melayu Kutai. (dk)