Tana Tidung, 19 Agustus 2026 — Tim Pemantauan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur melakukan Pemantauan dan Evaluasi Revitalisasi Bahasa Daerah (Bahasa Tidung) di Kabupaten Tana Tidung pada tanggal 11—13 Agustus 2026. Ada empat titik pantau yang dikunjungi, yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung, SD Negeri 013 Tana Tidung, SD Negeri 001 Tana Tidung, dan SMP Negeri Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung.

Kedatangan tim di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung disambut baik oleh Zulfiansyah selaku Kasi Kurikulum dan Peserta Didik. Zulfiansyah menyambut baik dan senang atas kunjungan Tim Pemantauan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur. Pihak Disdikbud juga terus berupaya menyukseskan program RBD tersebut dan juga terus mengevaluasi pelaksanaan pengajaran bahasa Tidung di sekolah. 

Pemantauan di SDN 013 Tana Tidung disambut oleh kepala sekolah, guru pengajar bahasa Tidung, dan siswa kelas VI, serta didampingi pihak Disdikbud Kabupaten Tana Tidung. Menurut Asdiana, Kepala SDN 013 Tana Tidung sekaligus mentor bahasa Tidung, sekolahnya sudah menerapkan muatan lokal bahasa Tidung. Untuk persiapan seleksi FTBI, Asdiana dibantu oleh guru muatan lokal bahasa Tidung sudah menyeleksi siswanya yang berbakat untuk mengikuti lomba berbahasa Tidung, khususnya siswa kelas V dan VI. Mereka sangat antusias dan semangat melestarikan bahasa daerahnya.

Pemantauan di hari berikutnya dilaksanakan di SD Negeri 001 Tana Tidung. Di sekolah tersebut, tim pemantau juga disambut oleh kepala sekolah (Abdul Manaf), guru-guru bahasa Tidung, dan siswa kelas IV dan VI. Pada kesempatan tersebut tim pemantau melakukan wawancara, melihat penampilan siswa dalam berbahasa daerah, dan mengevaluasinya. 

Pemantauan selanjutnya dilakukan di SMP Negeri Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung. Kunjungan di sekolah tersebut tidak kalah serunya karena seluruh siswa kelas VIII dikumpulkan bersama-sama dengan tim pemantau dan guru pelatih untuk melihat beberapa penampilan siswa yang berbakat dalam berbahasa Tidung, seperti membaca puisi, mendongeng, pidato, dan lagu daerah berbahasa Tidung. Para guru dan siswa di tiga sekolah tersebut menyambut dengan baik dan senang karena sekolahnya dikunjungi oleh Tim Pemantau dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur. Selain memantau dan mengevaluasi, tim pemantauan juga memotivasi seluruh siswa agar senang dan semangat melestarikan bahasa daerahnya.

Pengimbasan bahasa Tidung di Kabupaten Tana Tidung sudah berjalan dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan sudah diberlakukannya pengajaran Muatan Lokal Bahasa Tidung di tingkat SD dan SMP. Bahan Ajar Muatan Lokal Bahasa Tidung juga sudah diterbitkan dan didistribusikan ke sekolah. Dengan semangat dan antusiasnya guru dan siswa dalam berbahasa daerah ini, diharapkan bahasa Tidung semakin berkembang dan jumlah penuturnya semakin bertambah sehingga bahasa Tidung semakin bertahan dan tidak terancam punah.