Balikpapan, 18 Oktober 2019 — Kegiatan Gebyar Literasi Balikpapan diselenggarakan tanggal 16 sampai dengan 17 Oktober 2019 di Hotel Swiss Bellinn, Jalan Sudirman, Balikpapan. Peserta yang datang terdiri atas dosen, mahasiswa, guru SD, guru SMP/MTsN, guru SMA/SMK, siswa SMA/SMK, dan pegiat sastra yang terdiri atas penulis, bloger, dan anggota komunitas literasi yang ada di Balikpapan sebanyak 99 orang. Dengan tema meningkatkan literasi melalui penulisan esai dan karya sastra, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat Balikpapan terhadap penulisan, khususnya esai, cerpen, dan puisi.

Acara Gebyar Literasi dibuka oleh Kepala Dinas Kota Balikpapan, Muhaimin, S.T., M.T. yang mewakili Walikota Balikpapan. Sebagai pembicara utama Abidah El Khalieqy memberikan motivasi kepada peserta untuk giat menulis. Ia menjabarkan beberapa keuntungan menjadi penulis. Hari kedua, yaitu tanggal 17 Okober 2019 kegiatan dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas Cerpen puisi dan esai. Narasumber kelas cerpen/puisi yaitu Shantined dan Aminudin Rifai (Amien Wangsitalaja). Shantined dalam materinya menjelaskan bahwa cerpen/puisi yang baik adalah cerpen/puisi yang isinya tidak mainstream. Sementara itu, Aminudin Rifai menjelaskan bahwa kita harus mempunyai banyak bekal atau masukan saat akan membuat karya sastra (cerpen/puisi). Narasumber kelas esai adalah Sunaryo Broto dan Chai Siswandi. Sunaryo Broto berbagi pengalaman kepada peserta tentang proses kreatif penyusunan sebuah esai. Peserta mendapatkan pendampingan dalam menyusun sebuah esai yang menarik dan layak untuk dimuat di media massa. Menurut Chai, menulis sebaiknya mengalir saja. Ungkapkan apa yang ada dalam pikiran dalam bentuk tulisan. Setelah itu, tinggal mengemasnya dengan bahasa yang baik dan menarik. Memperbanyak membaca akan menambah khasanah bagi seorang penulis menuangkan gagasannya.

Secara keseluruhan, peserta sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh kedua narasumber. Materi yang disampaikan oleh kedua narasumber dapat menjadi ilmu baru bagi peserta. Harapannya, peserta dapat mengaplikasikan dan mengkreasikan pemikirannya dalam karya-karya esai.