Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur mengadakan kegiatan Partisipan Pelindungan Sastra: Revitalisasi Sastra Lisan Sempuri dan Betore di Kabupaten Paser. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pelindungan Sastra yang menjadi salah satu tugas pokok Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang merupakan induk dari Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur. Dengan mengemban amanat PP nomor 57 tahun 2014 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur berupaya melakukan usaha pelestarian, salah satunya di Kabupaten Paser. 

Kegiatan yang dilaksanakan pada 4 Juli 2022, di aula SMP 2 Tana Grogot tersebut berjalan dengan sukses berkat kerja sama Dinas Pendidikan Kabupaten Paser. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser, M. Yunus Syam, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Halimi Hadibrata, M.Pd., serta siswa menengah pertama sebagai partisipan tradisi lisan. Selain itu, pelaksanaan kegiatan tersebut juga melibatkan beberapa tokoh dan pengampu tradisi lisan yang ada di Kabupaten Paser. Partisipasi tokoh tradisi tersebut merupakan suatu bentuk kepedulian pemerintah dan masyarakat. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser mengapresiasi upaya pelindungan yang digagas Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur. Menurut M. Yunus Syam, upaya pelindungan sastra daerah itu paling efektif melalui pendidikan. Hal itu sejalan dengan pengembangan nomenklatur di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser, yaitu akan menambah bidang kurikulum muatan lokal.  Kegiatan Partisipan Pelindungan Sastra dimulai pada bulan Maret 2022 melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser untuk berdiskusi tentang  guru atau pelatih tradisi lisan di Kabupaten Paser. Kegiatan selanjutnya adalah pelatihan tradisi lisan sempuri dan betore bagi siswa menengah pertama oleh dua pelatih, yaitu Aji Jamil Lempesu dan Ibu Binru. Rangkaian kegiatan berikutnya adalah pementasan hasil latihan siswa.  Peserta yang dilatih sebanyak 13 orang, yaitu enam orang membawakan sempuri dan tujuh orang membawakan betore dengan tema betabe (permisi), bekampun (memohon maaf), dan nasihat. Sementara itu, sempuri yang dibawakan siswa partisipan merupakan karangan mereka sendiri yang bercerita tentang sifat-sifat manusia dan cerita binatang.