Mahakam Ulu, 12 Mei 2024 — Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menjadi narasumber Pelatihan (In House Training) Peningkatan Kemampuan Literasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan di SMA Negeri 1 Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, 10—12 Mei 2024. Perlu diketahui bahwa SMA Negeri 1 Long Bagun merupakan salah satu sekolah di Kabupaten Mahakam Ulu yang harus ditempuh dengan perjalanan darat dan sungai sekitar enam belas jam perjalanan dari Kota Samarinda. 

Pelatihan itu merupakan inisiatif dari SMA Negeri 1 Long Bagun yang diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan SMA Negeri 1 Long Bagun. Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh beberapa perwakilan guru bahasa Indonesia dari sekolah lain di Long Bagun. 

Pelatihan dibuka oleh Kepala SMA Negeri 1 Long Bangun, Juk Hajang. Juk Hajang dalam sambutannya menyampaikan, “Pelatihan ini kami adakan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi guru dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 1 Long Bagun. Guru perlu meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia untuk menunjang pembelajaran di kelas-kelas. Tenaga kependidikan perlu meningkatkan kemahiran berbahasa untuk memperbaiki penggunaan bahasa dalam naskah dinas sekolah. Terima kasih kepada Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur yang telah membantu peningkatan literasi di SMA Negeri 1 Long Bagun.” 

Narasumber pelatihan tersebut, Ali Kusno, menyampaikan materi seputar literasi dan peningkatan kompetensi berbahasa Indonesia. Pada hari pertama, 10 Mei 2024, materi difokuskan pada sosialisasi tentang Ejaan Yang Disempurnakan Edisi V. Selama ini masih terdapat kesalahan penggunaan bahasa yang disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan pendidik dan tenaga kependidikan tentang kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Pada hari kedua, narasumber menyampaikan materi tentang peningkatan literasi sekolah dan penggunaan bahasa dalam berbagai keperluan (ruang publik, naskah dinas, media publikasi, dan KTI). 

Pada hari ketiga, narasumber menyampaikan materi tentang bahasa perundungan dan berdampak hukum. Pemahaman penggunaan bahasa perundungan perlu dipahami oleh peserta untuk menekan perundungan di sekolah. Perundungan masih saja terjadi karena sebagian besar guru maupun siswa tidak menyadari bahwa bahasa yang digunakan dapat termasuk perundungan. Selain itu, peserta perlu memahami penggunaan bahasa yang berdampak hukum agar tidak menjadi pelaku maupun korban. 

Pada bagian akhir pertemuan, dilakukan diskusi rencana tindak lanjut atas kegiatan pelatihan. “Materi mohon dapat segera diimplimentasikan dalam upaya peningkatan literasi di sekolah. Aksi nyata perlu segera dilaksanakan kepada para siswa. Kantor Bahasa Provinsi Kaltim akan memberikan pendampingan dan evaluasi atas pelaksanaan rencana tindak lanjut yang sudah ditetapkan,” terang Ali Kusno. 

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Ali mewakili Kantor Bahasa Provinsi Kaltim yang telah membuka wawasan kami tentang banyak hal, seperti literasi dalam arti luas dan penggunaan bahasa yang baik dan benar. Kami menjadi termotivasi untuk terus mengembangkan diri. Kami pun semakin percaya diri, meskipun kami di pelosok, kami bisa bersaing dengan sekolah-sekolah yang berada di kota,” kesan Norkumala Dewi, Waka Kurikulum SMA Negeri 1 Long Bagun, mewakili peserta. 

Melalui kegiatan pelatihan tersebut, terdapat beberapa catatan persoalan yang perlu peran Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur dengan mengoordinasikan dengan berbagai pihak. Pertama, jaringan internet yang lambat, bahkan di beberapa sekolah tidak ada jaringan sama sekali, menyulitkan sekolah untuk mengembangkan literasi digital. Kedua, sebagian besar orang tua siswa berladang sehingga anak-anak cenderung mencari aktivitas yang kurang positif sepulang sekolah. Pengadaan perpustakaan berbasis kampung dan bantuan buku bacaan sangatlah diperlukan. Ketiga, keinginan guru untuk meningkatkan kompetensi begitu besar terkendala jarak dengan perguruan tinggi. Keempat, adanya harapan agar dialokasikan Beasiswa Kaltim khusus bagi siswa dan mahasiswa di Kabupaten Mahakam Ulu. 

Kabupaten Mahakam Ulu sebagai kabupaten termuda di Provinsi Kalimantan Timur dengan akses yang terbatas memang serba kesulitan dalam upaya pengembangan literasi. Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) harus dijawab dengan kesiapan SDM, termasuk di Kabupaten Mahakam Ulu. Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen untuk membantu dengan bersinergi berbagai pihak terkait. (ak)