Balikpapan, 31 Oktober 2024 — Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur menjadi narasumber kegiatan Bimbingan Teknis Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur bertempat di Hotel Grand Tiga Mustika, Balikpapan pada Selasa, 29 Oktober 2024. Kegiatan diikuti oleh 100 Ketua OSIS atau yang mewakili dari SMK-SMK di Provinsi Kalimantan Timur. 

Ali Kusno, narasumber perwakilan Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur. “Kami berterima kasih karena Disdikbud Provinsi Kaltim telah melibatkan kami memberikan penguatan kepada peserta Profil Pelajar Pancasila Kalimantan Timur dari aspek penggunaan bahasa,” terang Ali Kusno. 

Pada kesempatan itu, Ali Kusno menyampaikan materi tentang Cerdas Berbahasa di Era Digital. Ali Kusno memberikan penjelasan kepada siswa tentang pengenalan bahasa berdampak hukum, pengutamaan bahasa negara, pelestarian bahasa daerah, penumbuhan jiwa kritis, dan pengungkapan perundungan. Selama penyampaian materi, terjadi diskusi yang interaktif dengan semua peserta. Latar belakang peserta yang sebagian besar merupakan ketua OSIS membuat mereka tidak canggung untuk berpendapat dan menyampaikan pertanyaan.

Dalam kegiatan tersebut, Ali Kusno mengajak peserta untuk praktik menyampaikan pendapat dengan bijak dan positif di akun media sosial pejabat negara. Ali Kusno menyampaikan, “Media sosial merupakan sarana efektif untuk menyuarakan aspirasi, silakan gunakan dengan baik dan bijak. Generasi Pelajar Pancasila harus kritis, tetapi tetap santun. Jangan ikut-ikutan berkomentar penuh caci maki di media sosial. Kalian harus dari contoh bagaimana berbahasa yang baik dan benar di media sosial.”

Perundungan harus Dihentikan

Ali Kusno memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengungkapkan pengalaman-pengalaman sebagai korban perundungan. Awalnya peserta merasa enggan menyampaikan. Ali Kusno pun meyakinkan peserta bahwa pengalaman itu harus diungkapkan agar menjadi pembelajaran, pengungkapan emosi yang terpendam, dan evaluasi bersama tentang tindak lanjut agar tidak terulang. 

Hal yang mencengangkan, hampir sebagian besar peserta memiliki pengalaman sebagai korban perundungan yang dilakukan oleh teman sekolah maupun oknum guru. Beberapa peserta menceritakan pengalamannya dengan berurai air mata. 

“Hal ini akan menjadi catatan bagi kami sebagai bahan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim agar ada upaya nyata menekan perundungan di sekolah. Terima kasih, kalian anak hebat. Berani menyampaikan kebenaran. Satu hal yang saya titipkan, kalian harus menjadi pelopor di sekolah masing-masing untuk menghentikan perundungan,” harap Ali Kusno. 

“Kalian adalah calon generasi emas Kalimantan Timur. Kalian harus menjaga semangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Kalian adalah calon-calon pemimpin kemajuan Kalimantan Timur!” seru Ali Kusno disambut riuh tepuk tangan peserta. (ak)