Balikpapan, 23 Januari 2025 — Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjadi narasumber kegiatan Rapat Kerja Politeknik Negeri Samarinda Tahun 2025 dengan tema ‘Sinergi Mewujudkan Sasaran Menuju Polnes yang Inovatif dan Berdaya Saing’. Kegiatan diselenggarakan di Swiss-Belhotel Balikpapan pada 22 Januari 2025. 

Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Ali Kusno, menyampaikan materi berjudul ‘Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (Ragam Hukum dan Akademik) Kalangan Perguruan Tinggi’. Rincian materi yang disampaikan Ali Kusno meliputi Pengenalan Bahasa Indonesia Ragam Hukum, Pengenalan Bahasa Indonesia Berdampak Hukum, serta Penggunaan Bahasa Indonesia Naskah Dinas dan Publikasi Politeknik Negeri Samarinda.

“Terima kasih kepada Politeknik Negeri Samarinda yang telah mengundang Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur. Polnes merupakan perguruan tinggi pertama di Kaltim yang mengundang kami untuk menyampaikan materi tentang peningkatan Kemahiran berbahasa Indonesia bagi unsur pimpinan. Semoga menjadi praktik baik bagi perguruan tinggi lain di Kaltim,” terang Ali Kusno. 

Lebih lanjut Ali Kusno menegaskan bahwa tujuan akhir dari materi yang disampaikan adalah membuka wawasan dan menyamakan pemahaman bahwa bahasa Indonesia sangatlah penting. Bahasa Indonesia penting untuk dipahami oleh siapa saja, termasuk unsur perguruan tinggi. Bahasa Indonesia penting sebagai identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia.

Penyampaian materi dan diskusi yang berlangsung dua jam tersebut berjalan dengan semarak. Peserta begitu antusias mengikuti tanya jawab pada sela-sela penyampaian materi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 100 peserta yang terdiri atas Direktur Polnes, unsur wakil direktur, dan unsur pimpinan perwakilan jurusan di Polnes. 

Pada akhir materi, Ali Kusno menyampaikan rekomendasi kegiatan lanjutan, yakni peningkatan kemahiran berbahasa (naskah dinas) bagi staf administrasi, peningkatan kemahiran berbahasa dalam KTI bagi dosen dan/atau mahasiswa, pengenalan bahasa berdampak hukum bagi mahasiswa, pemilihan duta kampus melibatkan Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, dan penyusunan Perjanjian Kerja Sama. 

“Terima kasih atas materi yang disampaikan. Setelah menyimak materi yang disampaikan, kami semakin menyadari bahwa bahasa Indonesia itu penting, termasuk kami para dosen di Politeknis Negeri Samarinda,” ujar salah satu peserta. 

Direktur Politeknik Samarinda, Ahyar Muhammad Diah, pada akhir kegiatan menyampaikan apresiasi atas materi yang disampaikan perwakilan Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur. “Terima kasih. Materi yang luar biasa,” kesan Ahyar Muhammad Diah. (ak)