Tenggarong, 16 Agustus 2025 — Tim Pemantauan dan Evaluasi Revitalisasi Bahasa Daerah Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur melakukan kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai di Tenggarong, Kutai Kartanegara pada 15 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai di Tenggarong, Kutai Kartanegara yang sudah dilakukan oleh guru utama dan guru pelatih. Selain itu, kegiatan ini juga melihat progres kesiapan daerah untuk berpartisipasi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu di tingkat provinsi pada bulan Oktober mendatang. 

Kegiatan pemantauan dilakukan di SD Negeri 035 Tenggarong dan SMP Negeri 1 Tenggarong. Pada pemantauan di SD Negeri 035, Kepala SD Negeri 035, Ripadil, S.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. Kepala SD Negeri 035 Tenggarong menyampaikan bahwa pembelajaran bahasa Melayu Kutai di SD Negeri 035 telah terprogram dengan baik. Pengajaran bahasa Melayu Kutai akan terus ditingkatkan kualitasnya. Sementara itu, guru utama (Muhar Nanik, S.Pd. dan Fatimah Yoksan Ariani, S.Pd.) menyampaikan bahwa pengimbasan Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai telah dilakukan kepada rekan sejawat dan para siswa. Para siswa antusias dalam menerima pengajaran bahasa Melayu Kutai. Di SD Negeri 035 telah diterapkan muatan lokal meskipun buku pelajaran yang tersedia saat ini hanya untuk kelas I dan IV. Untuk di kelas lainnya, para guru melakukan improvisasi-improvisasi dalam pengajaran sehingga pembelajaran bahasa Melayu Kutai dapat diterima siswa meskipun belum ada buku pelajaran. Tim juga berkesempatan untuk menyaksikan penampilan siswa SD Negeri 035, yaitu dongeng bahasa Melayu Kutai dan lagu tingkilan.  

Sementara itu,  di SMP Negeri 1 Tenggarong tim diterima oleh Kepala SMP Negeri 1 Tenggarong beserta guru utama dan pelatih. Kepala SMP Negeri 1 Tenggarong, Imam Huzaeni, M.Pd., menyampaikan bahwa SMP Negeri 1 Tenggarong telah terlibat aktif dalam pembelajaran bahasa Melayu Kutai. Kepala sekolah berharap para sakan terus berkiprah dalam kegiatan-kegiatan berbahasa Melayu Kutai. Sementara itu, guru utama yang diwakili oleh Alma Syoril, M.Pd., menyampaikan bahwa pengimbasan Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai telah dilakukan kepada rekan sejawat dan para siswa. Di SMP Negeri 1 Tenggarong telah diterapkan pelajaran muatan lokal untuk kelas VII. Untuk kelas lainnya belum diberlakukan muatan lokal karena belum memiliki buku pegangan. Pengajaran bahasa Melayu Kutai juga dilakukan pada pelajaran ekstra kurikuler Tutur Kutai. Pihaknya akan terus menggali kebudayaan Kutai untuk dapat diajarkan kepada para siswa. Tim juga menyaksikan penampilan para siswa, yaitu pidato Melayu Kutai, tarsul, dan bedandeng.  

Pemantauan Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai di Tenggarong memperlihatkan bahwa pengimbasan kepada guru-guru dan siswa-siswa sudah dilakukan dengan baik. Terdapat  kendala dalam pelajaran muatan lokal, yaitu buku pelajaran muatan lokal bahasa Melayu Kutai yang tersedia untuk tingkat SD hanya untuk kelas I dan IV. Sementara itu, di tingkat SMP buku pelajaran muatan lokal bahasa Melayu Kutai yang tersedia hanya untuk kelas VII. Namun, para guru utama dan guru pelatih berusaha melatih anak-anak usia SD dan SMP untuk terus belajar bahasa Melayu Kutai. Tim juga melakukan evaluasi terhadap penampilan para siswa. Beberapa siswa perlu ditingkatkan dalam hal ekspresi dan penghayatan dalam membawakan wahana bahasa Melayu Kutai. Dalam penampilan tersebut para siswa sudah menunjukkan semangat dalam membawakan dongeng Melayu Kutai, lagu tingkilan, pidato Melayu Kutai, tarsul, dan bedandeng. (dk)