Long Kali, 30 Agustus 2025 — Tim Pemantauan dan Evaluasi Revitalisasi Bahasa Paser Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur melakukan pemantauan pengimbasan bahasa Paser di Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser pada 28 dan 29 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah dari bagian Program Merdeka Belajar Episode 17 yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun 2022 dengan tujuan untuk melestarikan bahasa-bahasa daerah di Indonesia, yaitu melihat dan memantau progres pengimbasan bahasa Paser yang sudah dilakukan oleh guru utama. Selain itu, kegiatan ini juga mencermati kesiapan daerah untuk berpartisipasi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Berbahasa dan Bersastra: Pelatihan Guru Utama program Revitalisasi Bahasa Daerah di tingkat provinsi. Kegiatan pemantauan di Kabupaten Paser dilakukan di tiga titik pantau, yaitu, SDN 002 Long Kali, SMPN 2 Long Kali, dan SMPN 1 Long Kali.

Pemantauan di SDN 002 Long Kali mendapat sambutan dari Kepala SDN 002 Long Kali, Bapak Damiran. Beliau menyambut baik kedatangan tim dan memberikan laporan bahwa SDN 002 sudah melakukan pengimbasan sejak tahun 2022 dan sudah melaksanakan muatan lokal bahasa Paser mulai dari kelas I sampai kelas VI.

Selanjutnya, tim melakukan kunjungan ke SMPN 2 Long Kali. Kepala SMPN 2 Long Kali, Vredi Hariono, mengungkapkan kendala pengimbasan bahasa Paser yang sebelumnya diampu oleh Guru Utama Revitalisasi Bahasa Paser, Ibu Salbiah, yang baru saja meninggal karena sakit. Sebagai solusi, kepala sekolah mengalihtugaskan alih daya untuk membantu mengajar bahas Paser. Beliau juga berpesan kepada siswa untuk bangga berbahasa daerah sebagai bahasa budaya mereka.

Titik pantau terakhir adalah SMPN 1 Long Kali. Pemantauan di SMPN 1 Long Kali disambut oleh Plt. Kepala SMPN 1 Long Kali, Bapak Saharuddin. Beliau menerangkan bahwa di SMPN 1 Long Kali sudah ada ekstrakurikuler bahasa Paser yang diikuti cukup banyak siswa. Ibu Lismawati sebagai pengajar ekstrakurikuler bahasa Paser menyebutkan bahwa kegiatan tersebut dilakukan setiap hari Jumat selam dua jam.

Dalam ketiga kesempatan tersebut, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Asep Juanda, S.Ag., M.Hum., memberikan semangat kepada siswa untuk terus melestarikan bahasa Paser. Secara umum Revitalisasi Bahasa Daerah, Bahasa Paser di Long Kali, Kabupaten Paser sudah terlaksana dengan baik dengan pengimbasan kepada siswa dan guru di sekolah-sekolah. (am)