Tanah Grogot, 18 Desember 2025 — Tim Penerjemahan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur melakukan pertemuan tindak lanjut pemanfaatan produk penerjemahan via pencetakan ulang buku Cerita Anak Dwibahasa Paser- Indonesia di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser. Hadir dalam pertemuan Yunus Syam (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser), Surpiani (Kabid Kebudayaan), Vera (Kabid Pendidikan), serta Muhammad Erwin Darma dan Matius Patimang (Tim Penerjemahan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur).

Pencetakan ulang buku Cerita Anak Dwibahasa Paser-Indonesia telah terealisasi sebanyak 4 judul dari 12 judul yang tersedia. Pencetakan ulang 200 eksemplar tersebut menggunakan anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser tahun 2025. “Cetakan buku akan dibagikan ke 23 sekolah. Per sekolah akan mendapat 2 eksemplar dari setiap judul. Perpustakaan daerah juga akan kami beri per judul 5 eksemplar agar dapat dibaca masyarakat,” ujar Surpiani. Sementara 8 judul lainnya direncanakan akan dicetak ulang dengan anggaran 2026.

Serangkai pertemuan tersebut, Tim Disdikbud Paser bersama Tim Penerjemahan juga mengunjungi SDN 031 Tanah Grogot untuk melihat secara langsung pemanfaatan buku dwibahasa oleh siswa. Sebanyak 29 siswa membaca 12 buku cerita dwibahasa yang disediakan secara digital oleh Tim Penerjemahan. Para siswa membaca menggunakan Chromebook. Setelah membaca, siswa memberikan kesan dan pengalaman dalam memanfaatkan buku digital dwibahasa tersebut. 

Para siswa menyatakan buku yang mereka baca menarik, ceritanya seru, dan bermanfaat untuk menambah pengetahuan bahasa daerah Paser. Kepala Disdikbud Paser menyatakan akan berinisiatif membuat buku serupa dengan menggali potensi daerah untuk dikenalkan kepada para siswa. “Pembuatan buku tersebut nanti akan melibatkan guru, komunitas budaya, dan masyarakat serta ilustrator di daerah,” jelas Yunus Syam. (Ed)