Tarakan, 10 Agustus 2026 — Kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Revitalisasi Bahasa Bulungan di Kota Tarakan dan Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan telah dilaksanakan pada tanggal 4—6 Agustus 2026. Pada kunjungan di Kota Tarakan, tim pemantauan mendatangi dua sekolah, yaitu SDN 029 Tarakan dan SMPN 14 Tarakan. Pada kunjungan di SDN 029 Tarakan, tim pemantauan diterima oleh kepala sekolah dan guru utama. SDN 029 Tarakan sudah mengikuti program Revitalisasi Bahasa Bulungan sejak tahun 2023. Guru utama, Rusmiati dan Syafarida selalu mengimbaskan bahasa Bulungan kepada rekan sejawat dan siswa di SDN 029 Tarakan. Walaupun siswa di sekolah tersebut berasal dari beberapa suku selain Bulungan, kedua guru utama tetap berupaya melakukan pelestarian bahasa Bulungan. Tim pemantauan juga melihat kesiapan sekolah dalam menghadapai seleksi FTBI dengan menyaksikan tampilan mendongeng dan tembang daerah berbahasa Bulungan.
Selain SDN 029 Tarakan, tim pemantauan juga mengunjungi SMPN 14 Tarakan. Tim diterima oleh guru utama, Sapriansyah, dan guru pelatih, Agung. Selain itu, tim juga menyaksikan penampilan siswa yang telah dilatih untuk berpidato berbahasa Bulungan. SMPN 14 Tarakan telah melakukan pendampingan literasi yang disebut pentas seni literasi. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat. Pada kesempatan tersebut, siswa bebas berekspresi untuk menampilkan bakat dalam berkesenian. Melalui kegiatan pentas seni inilah, kemudian dipilih siswa yang akan dilatih untuk mengikuti seleksi FTBI.
Selanjutnya, tim pemantauan mendatangi dua sekolah di Kecamatan Tanjung Palas, yaitu SDN 014 Tanjung Palas dan SDIT Nurul Hikmah. Pada kunjungan di SDN 014 Tanjung Palas, tim diterima kepala sekolah (Dewi) dan guru utama (Lina). Menurut mereka, pengajaran bahasa Bulungan kepada siswa dilakukan dengan cara mengenalkan anggota tubuh, ucapan penyambutan, memperkenalkan diri, dan lewat lagu. Muatan lokal bahasa Bulungan sudah diterapkan di SDN 14 Tanjung Palas. Selain itu, tim pemantauan juga melihat hasil pengimbasan kepada siswa berupa penampilan siswa melagukan lagu berbahasa Bulungan dan salam penyambutan dalam bahasa Bulungan.
Selain SDN 014 Tanjung Palas, tim juga mengunjungi SDIT Nurul Hikmah. Tim disambut oleh wakil kepala sekolah dan guru utama, Sofie. Menurut Sofie, bahasa Bulungan diajarkan lewat kokurikuler, yaitu pembelajaran yang dilakukan di luar jam pelajaran tetapi tetap menjadi bagian dari kurikulum. Pada kesempatan ini, tim pemantauan melihat proses pengimbasan pengajaran bahasa Bulungan, melalui pengenalan angka dan lagu berbahasa Bulungan.
Tim pemantauan juga berkunjung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulungan. Pada saat itu, tim diterima oleh Kabid Dikdas, Setim Jalung. Kabupaten Bulungan sudah menerapkan muatan lokal bahasa Bulungan, Tidung dan Dayak (Kenyah). Menurut Jalung, penerapan muatan lokal di Kabupaten Bulungan dilakukan sesuai dengan wilayah masyarakatnya.
Hasil pemantauan di Kota Tarakan dan Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan menunjukkan bahwa sekolah-sekolah di Kota Tarakan dan Kecamatan Tanjung Palas telah melakukan pengimbasan bahasa Bulungan. Selain itu, guru utama dan guru pelatih telah mempersiapkan siswa untuk Festival Tunas Bahasa Ibu. (am)