Tenggarong, 6 Agustus 2026 — Tim Pemantauan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur melakukan Pemantauan dan Evaluasi Revitalisasi Bahasa Daerah (Bahasa Melayu Kutai) di Kecamatan Tenggarong dan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara pada 6 Agustus 2026. Tim mengunjungi dua sekolah, yaitu SD Negeri 003 Tenggarong dan SMP Negeri 10 Loa Kulu.

Kedatangan tim di SDN 003 Tenggarong disambut oleh kepala sekolah, seluruh guru dan siswa, Korwil Disdikbud Kukar, serta pengawas sekolah. Menurut Kurnia Astuti, Kepala SDN 003 Tenggarong, sekolahnya sudah menerapkan muatan lokal bahasa Melayu Kutai. Untuk persiapan seleksi FTBI, Kurnia yang dibantu oleh guru sudah melatih siswa untuk menyiapkan lomba berbahasa Melayu Kutai tingkat Kabupaten. Dari penampilan siswanya dalam mendongeng, membaca puisi, tingkilan, dan tarsul sudah terlihat anak-anak memiliki bakat dan siap untuk berkompetisi, hanya perlu diasah kembali, khususnya dalam penguasaan panggung. Sejak tahun 2023, SDN 003 Tenggarong sudah mengikuti rangkaian kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah dan pernah mengikutkan siswanya di tingkat provinsi. Mereka sangat antusias dan semangat melestarikan bahasa daerahnya.

Pemantauan berikutnya dilakukan di SMP Negeri 10 Loa Kulu. Kunjungan tim di sekolah ini tidak kalah seru karena seluruh siswa sedang berkumpul memeriahkan seleksi lomba berbahasa Melayu Kutai untuk diikutkan ke tingkat kabupaten. Isnaini F. Ulla, Kepala SMP 10 Loa Kulu, menyambut dengan baik dan senang karena sekolahnya dikunjungi oleh Tim Pemantau dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur. Tim melihat secara langsung beberapa penampilan siswa, seperti pidato dan komedi tunggal. Pada kesempatan itu, tim pemantauan juga mengevaluasi dan memotivasi seluruh siswa agar senang dan semangat melestarikan bahasa daerahnya.

Pengimbasan bahasa Melayu Kutai di Kecamatan Tenggarong dan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara sudah berjalan dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan sudah diberlakukannya pengajaran Muatan Lokal Bahasa Melayu Kutai di tingkat SD dan SMP. Dengan semangat dan antusiasnya guru dan siswa dalam berbahasa daerah ini, diharapkan bahasa Melayu Kutai semakin berkembang dan jumlah penuturnya semakin bertambah sehingga tidak mudah terancam kepunahan. (nm)