Kutai Barat, 24 Januari 2019 — Sepenggal kisah perjalanan kami melakukan pendataan kosakata bahasa Tonyooi di desa adat Linggang Melapeh. Perjuangan bagi kami tim peneliti dari Kantor Bahasa Kalimantan Timur (Nur Bety, Aquari Mustikawati, Ali Kusno, dan Rahmad Hidayat) untuk menuju desa tersebut. Perjalanan darat sejauh 316 km harus kami tempuh. Kondisi jalan yang sebagian rusak membuat perjalanan menjadi sembilan jam.
Kelelahan kami terbayar dengan sambutan yang sangat baik dari masyarakat adat Linggang Melapeh. Banyak data kosakata dalam bahasa Tonyooi yang belum ada konsep dan definisinya dalam bahasa Indonesia bisa kami usulkan ke dalam KBBI daring. Begitu juga dukungan pemerintah daerah Kutai Barat sangat antusias dengan memberikan hasil penelitian yang telah diterbitkan. Kami pun beruntung karena bertepatan dengan musim durian. Durian Melapeh rasanya sungguh nikmat.
Kami pulang dengan membawa banyak data kosakata bahasa Tonyooi yang akan kami usulkan agar masuk dalam kosakata bahasa Indonesia. Kami juga pulang membawa senyuman dan keramahan masyarakat adat Tonyooi. Terima kasih, masyarakat adat Tonyooi dan Pemerintah Kutai Barat. Semoga upaya kami ini dapat melestarikan bahasa Tonyooi sekaligus memperkaya bahasa Indonesia.
Tim Kosakata Bahasa Tonyooi