Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Fasilitator Literasi Baca-Tulis Tingkat Regional Kalimantan di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Kalimantan Timur pada tanggal 29 April–3 Mei 2019. Kegiatan ini diikuti oleh delapan puluh orang peserta yang terdiri atas guru, pegiat literasi, serta penyuluh bahasa yang berasal dari Pulau Kalimantan. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Hurip Danu Ismadi, tersebut dilaksanakan guna mendukung penumbuhan budaya literasi dalam rangka Gerakan Literasi Nasional sehinggga terpilih sejumlah fasilitator untuk dilibatkan dalam praktik baik berliterasi baca-tulis di daerah.
Hurip Danu Ismadi dalam sambutannya berharap peserta dapat menjadi agen perubahan dalam literasi di tempat bekerjanya masing-masing.
“Harus ada, istilahnya, agen perubahan. Ada roda penggeraknya. Siapa? Di sekolah oleh guru. Di masyarakat oleh pegiat. Di Balai/Kantor Bahasa oleh penyuluh. Sehingga menjadi jalinan nasional untuk 500 penggerak. Setelah dari sini, Bapak/Ibu dapat menjadi fasilitator di daerahnya masing-masing. Kami akan beri sertifikat dan surat untuk disampaikan ke dinas pendidikan dan pemerintah daerah,” ujar Danu.
Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari tersebut melibatkan instruktur literasi nasional yang dipilih oleh Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, seperti Hurip Danu Ismadi, Anang Santosa, Rabiatul Adawiyah, Nurul Asmayani, Heri Sucipto, Palupi Mutiasih, dan Puteri Asmarini.
Dalam kegiatan bimbingan teknis tersebut, peserta dibekali pemahaman dan pelatihan mengenai pengelolaan literasi baca-tulis di lingkungan sekolah dan masyarakat, pemahaman jenis teks, penulisan kreatif, pembuatan RPP, pembuatan rencana aksi, dan penyuntingan.